Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Bebaskan Aturan Karantina bagi Pelancong Luar Negeri

📅 Senin, 09 Jan 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Tiongkok Bebaskan Aturan Karantina bagi Pelancong Luar Negeri Doc: HECTOR RETAMAL/AFP
Ket. CABUT SYARAT KARANTINA I Penumpang terlihat di area kedatangan untuk penerbangan internasional di Bandara Internasional Shanghai Pudong di Shanghai, Minggu (8/1). Tiongkok mencabut persyaratan karantina untuk pelancong yang datang pada 8 Januari.

BEIJING - Pemerintah Tiongkok secara resmi, pada Minggu (8/1), mencabut persyaratan karantina untuk pelancong yang datang. Itu mengakhiri hampir tiga tahun kebijakan isolasi yang dipaksakan, bahkan ketika negara itu berjuang melawan lonjakan kasus Covid-19.

Secara dramatis, Beijing, bulan lalu, mulai mengakhiri strategi pencegahan wabah garis keras, "Nol-Covid", yang telah memberlakukan karantina wajib dan penguncian yang melelahkan. Kebijakan tersebut dipandang telah merusak ekonomi Tiongkok dan memicu protes nasional.

Dilansir oleh Radio France Internationale, dalam pelonggaran terakhir dari aturan tersebut, pelancong yang tiba di Tiongkok pada Minggu (8/1) tidak akan diharuskan lagi untuk menjalani karantina.

Sejak Maret 2020, semua pendatang terpaksa menjalani isolasi di fasilitas pemerintah terpusat. Ini menurun dari tiga minggu menjadi satu minggu di musim panas ini, dan menjadi lima hari pada November.

Orang-orang Tiongkok bergegas untuk merencanakan perjalanan ke luar negeri setelah para pejabat bulan lalu mengumumkan bahwa karantina akan dicabut. Mereka mengirimkan pertanyaan di situs perjalanan yang populer.

Tetapi, lonjakan pengunjung yang diharapkan telah menyebabkan lebih dari selusin negara memberlakukan tes Covid wajib pada pelancong dari negara terpadat di dunia saat negara itu berjuang melawan wabah terburuknya.

Liburan Imlek

Wabah ini diperkirakan akan memburuk ketika Tiongkok memasuki liburan Tahun Baru Imlek, bulan ini, di mana jutaan orang diperkirakan melakukan perjalanan dari kota-kota besar yang terkena dampak parah ke pedesaan untuk mengunjungi kerabat lanjut usia yang rentan.

Beijing menyebut pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh negara lain "tidak dapat diterima", meskipun sebagian besar terus memblokir turis asing dan pelajar internasional untuk bepergian ke Tiongkok.

Terlepas dari persyaratan pengujian, Zhang Kai, warga Tiongkok berusia 28 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa dia merencanakan perjalanan ke Korea Selatan atau Jepang. "Saya senang, sekarang akhirnya (saya bisa) melepaskannya," kata Zhang.

Di seluruh Asia, pusat wisata sedang mempersiapkan lonjakan pengunjung Tiongkok.

Di sebuah toko kain krep di Seoul, Son Kyung-rak mengatakan dia sedang membuat rencana untuk menghadapi banjir turis.

"Kami sedang mencari untuk mempekerjakan dan bersiap untuk persediaan," kata pria berusia 24 tahun itu di Distrik Myeongdong pusat Kota Seoul yang populer.

"Wisatawan Tiongkok adalah pelanggan utama kami, jadi semakin meriah," katanya kepada AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.