Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dituding TakTransparan, Tiongkok Desak AS Setop Politisasi Covid-19 di Negaranya

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 01:02 WIB | Oleh:
Dituding TakTransparan, Tiongkok Desak AS Setop Politisasi Covid-19 di Negaranya Doc: Dok. Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat (A
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan politisasi pandemi Covid-19 yang terjadi di negaranya dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami telah mencatat akhir-akhir ini kami mengamati beberapa orang di AS berkomentar tentang penyesuaian kebijakan anti pandemi di China," kata Mao di Beijing, dikutip Kamis (5/1).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price yang menyebut Tiongkok tidak transparan dalam memberikan data perkembangan terbaru Covid-19.

Menjelang akhir Desember 2022, otoritas Tiongkok memang memutuskan untuk tidak mengumumkan data perkembangan kasus Covid-19. Ini seiring dengan dicabutnya aturan-aturan pembatasan anti pandemi.

"Kami juga memperhatikan banyak orang mengatakan jika AS tidak mempolitisasi pandemi dan memperlakukannya secara bertanggung jawab serta mengutamakan keselamatan masyarakat seperti yang dilakukan pemerintah Tiongkok, mungkin situasi Covid-19 di AS dan seluruh dunia tidak akan menjadi seperti sekarang ini," ujar Mao yang balik menuduh.

Mao menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengambil kebijakan dan melakukan tindakan yang bertanggung jawab dengan memprioritaskan keselamatan nyawa warganya dan mendukung solidaritas global melawan pandemi guna memulihkan perekonomian dunia.

"Kami sangat berharap fokus terhadap penanggulangan virus daripada mempolitisasi masalah Covid-19 dan berharap negara-negara lain dapat meningkatkan solidaritas dan melakukan upaya bersama memerangi pandemi sejak dini," ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, Beijing telah melakukan lebih dari 60 kali pertemuan teknis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahkan dua di antaranya dilakukan setelah Tiongkok melonggarkan kebijakan anti pandemi pada 7 Desember lalu. Pihaknya juga terus menginformasikan data genom virus pada Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) secara berkala.

Beberapa negara, seperti AS, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia mewajibkan para pelaku perjalanan dari Tiongkok untuk menunjukkan hasil tes negatif PCR.

"Pakar kesehatan dari berbagai negara justru mengatakan bahwa membatasi orang yang masuk suatu negara dengan menargetkan warga Tiongkok seharusnya tidak perlu dilakukan," tutur Mao menanggapi kebijakan berbagai negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.