Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Gunungkidul Tingkatkan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Covid-19

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Gunungkidul Tingkatkan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Covid-19 Doc: ANTARA/Sutarmi
Ket. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo.

Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan infrastrukturfasilitas kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada masa transisi dari pandemi ke endemisetelahkebijakan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta di Gunungkidul, Rabu, mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan vital untuk upaya penanggulangan Covid-19, termasuk memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.

"Kebijakan ini tertuang dalam program strategis untuk 2023 di Gunungkidul," kata dia.

Ia mengatakan peningkatan infrastruktur fasilitas kesehatan yang dimaksud, yakni rencana pembangunan laboratorium kesehatan (labkes) di Siraman, Wonosari. Keberadaan laboratorium untuk mendukung penanganan 3T (Testing, Tracing, Treatment) Covid-19.

"Pemkab Gunungkidul juga membangun gedung rawat inap di RSUD Saptosari," kata Sri.

Rencana transisi ke endemi Covid-19 disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual belum lama ini. Tingkat imunitas masyarakat sudah tinggi sehingga transisi dinilai siap.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan kesiapan wilayah itu menuju endemi Covid-19.

Meski begitu, ia berharap, warga tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan harus dikedepankan dalam upaya untuk menjaga kondisi kesehatan diri," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menilai penghentian PPKM bukan berarti masyarakat menjadi lengah, sebab potensi penularan tetap ada sehingga upaya pencegahan mandiri masih diperlukan.

"Protokol kesehatan (prokes) sebisa mungkin tetap perlu diterapkan," ujarnya.

Dewi menjelaskan prokes tidak terpaku pada pencegahan Covid-19.

"Sebab setiap penyakit pun memiliki prokes sebagai upaya pencegahannya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.