- Home
-
- Megapolitan
-
- Produksi Jagung Lebak Seni...
Produksi Jagung Lebak Senilai Rp40 Miliar
Selasa, 22 Nov 2022, 06:35 WIBLEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat transaksi penjualan produksi jagung selama Januari sampai Oktober mencapai 40 miliar. Angka tersebut didapat dari panen jagung 10.000 ton dengan harga biji pipilan 4.000 per kilogram. Demikian disampaikan Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, Senin (21/11).
Deni menjelaskan produksi jagung petani Lebak berasal dari panen seluas 2.720 hektare. Panen ditampung perusahaan peternakan, seperti Charoen PhohphandBalaraja, JaffaSerang, perusahaan pakan Sukabumi dan Lampung. Saat ini, lanjut dia, pertanian jagung menjadi andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak. Angka perluasan tanam terus bertambah hingga bulan Desember.
"Kami memperkirakan angka tanam jagung November- Desember mencapai seluas 1.300 hektare, sedangkan panen akan terjadi Februari tahun depan," kata Deni. Menurutnya, Kabupaten Lebak bisa mewujudkan swasembada jagung karena adanya dukungan lahan yang luas.
Bahkan, banyak petani yang bekerja sama dengan BUMN untuk pemanfaatan lahan seperti Perum Perhutani dengan sistem tumpang sari. Selain itu, banyak lahan milik masyarakat yang diolahperusahaan swasta. "Sekarang, hampir sebagian dari 28 kecamatan sudah ditanami jagung," katanya.
Menurut Deni, usaha pertanian jagung sangat menguntungkan pendapatan ekonomi petani dengan harga 4.000 per kilogram. Jika produktivitas panen 4 ton, bisa menghasilkan 40 juta per hektare. Melalui produksi jagung,taraf kehidupan petani Desa Bulakan, Gunung Kendeng, Tanjungsari dan Kramat Jaya, Kecamatan Gunung Kencana relatif baik dan sejahtera.
Petani, lanjut dia, bisa membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi. Mereka juga dapat menunaikan ibadah haji. "Ke depan, kami minta petani menerapkan teknologi pertanian guna meningkatkan produksi," ujarnya.
Seorang petani Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Ahmad, mengatakan dirinya kini menggarap lahan satu hektare untuk ditanami jagung karena tengah musim hujan. "Kami menanam jagung karena sudah ada perusahaan yang menampung," ujar Ahmad.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menpar Widiyanti Siapkan Strategi Baru Tingkatkan Kualitas Pariwisata Bali.
-
Inspiratif! Pasangan Kakek Nenek Asal Aceh Ini Nekat Setir Mobil ke Eropa Lewat Jalur Darat
-
Semarang Diserbu Ratusan Ribu Buku dari Luar Negeri
-
Kawal Peran Strategis Perusahaan "Plat Merah", Rakornas Forkom Sekar BUMN Siap Digelar
-
Realisasi APBD DKI Semester I 2026: Pendapatan Tembus Rp29,29 Triliun
-
Tragedi Antiklimaks Prancis Jadi Momentum Emas Kebangkitan Spanyol
-
Pembenahan Layanan dan Digitalisasi Dongkrak Kepercayaan Penumpang KAI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.