Jelang Puasa, ID Food Pasok Daging ke Wilayah Jabotabek
Senin, 28 Mar 2022, 16:06 WIBJAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food mulai memobilisasi sapi hidup secara bertahap dari sejumlah sentra ternak untuk menambah pasokan di wilayah Jabodetabek. Langkah itu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) pada Ramadan dan Idul Fitri 2022.
"Mobilisasi dan pemenuhan kebutuhan sapi hidup tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah stakeholder, seperti Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA), Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Dinas Peternakan Daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Kementerian Perdagangan, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Pasar Jaya, Pemprov DKI, serta BUMD Dharma Jaya," kata Frans dalam siaran persnya, Senin (28/3).
Dia menambahkan ID Food akan memobilisasi sapi hidup dari sentra peternak ke Jabodetabek, kemudian menyalurkannya kepada Asosiasisi Pedagang Daging Sapi (APDI) dengan mekanisme komersil (B2B). Penyaluran kepada para pedagang daging sapi ini guna menjaga keberlanjutan ekosistem bisnis dan usaha pedagang yang merupakan para pelaku UMKM.
"Hal ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Anak Perusahaan ID Food, PT Berdikari dengan APDI dan Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), tentang kerja sama dalam bidang distribusi hewan ternak, serta daging sapi dan kerbau, yang dilaksanakan pada 8 Maret 2022," ujar Frans.
Menurutnya, mobilisasi sapi hidup bertujuan untuk persiapan ketersediaan daging menghadapi kebutuhan HBKN Ramadan Idul Fitri di Jabodetabek. Untuk mengamankan hal tersebut, ID Food mengerahkan lini bisnis distribusi dan logistiknya melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan BGR Logistik Indonesia, serta telah menyiapkan fasilitas kandang di Jatitujuh, Majalengka.
"Upaya ini untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dengan stok yang tersedia, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan daging menjelang puasa dan Idul Fitri," katanya.
Lebih lanjut, Frans menambahkan, mobilisasi sapi hidup yang melibatkan berbagai stakeholder ini, diharapkan memberikan kontribusi pada stabilitas harga jual daging di tingkat konsumen.
Berdasarkan data yang dilansir NFA, untuk menjaga ketersediaan sapi potong dan stock daging beku sampai dengan Idul Fitri tahun 2022, paling tidak diperlukan penambahan pasokan sapi hidup siap potong sekitar 5.000 ekor.
Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, diperlukan mobilisasi pasokan sapi hidup siap potong sekitar 5.000 ekor sampai dengan ldul Fitri 2022.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
IHSG Diperkirakan Kembali Uji Level Psikologis 6.000
-
Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta pada 16 Oktober, Pertama di Asia Tenggara
-
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin
-
Pelajar di Garut Alami Cedera Serius pada Mata Kiri, Terduga Pelaku Ditangkap.
-
Tim Patroli Presisi Sisir Titik Rawan Demi Cegah Tawuran dan Kejahatan di Jakarta Selatan
-
Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum, DPRD DKI Minta Mikrotrans Masuk ke Gang-Gang Kecil dan TerIntegrasi LRT
-
Haier Hadirkan TV 100 Inci M96 Series dengan Teknologi QD-Mini LED dan Audio KEF
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.