Kolaborasi Kunci Sukses Riset (27/9)
Senin, 27 Sep 2021, 06:35 WIBJAKARTA - Kolaborasi lintas disiplin antarinstitusi menjadi kunci sukses riset dan inovasi masa depan. Pernyataan ini disampaikan Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Riset dan Inovasi, drgNurtami, PhD, Sp.OF(K), di Jakarta, Minggu (26/9).
"Kami sangat mendukung sinergi efektif yang akan menjadi modal besar mewujudkan Indonesia sebagai bangsa antariksa di Asia Pasifik," katanya.
Dia mengemukakan itu dalam sambutannya pada acara seminar nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia bekerja sama Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa. Menurut Nurtami, UI mendukung para civitas academica ikut serta kolaborasi dengan mitra-mitra luar negeri. Harapannya, dengan begitu hasil riset dan inovasi UI tidak hanya berdampak di bidang akademik, tapi juga secara sosial dan ekonomi.
"Kami yakin bahwa kolaborasi UI dan Lapan dapat menjadi titik tolak kebangkitan teknologi keantariksaan. Hal ini akan bermanfaat bagi aktualisasi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan," kataNurtami.
Dalam laman resmi sinaskpa.lapan.go.id. disebutkan, Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa merupakan forum tahunan untuk mencari masukan. Di ini juga dibahas pengetahuandan informasi yang relevan untuk mengkaji penerbangan dan antariksa.
Forum ini sekaligus menjadi sarana untuk menjalin kemitraan antarlembaga. Juga mendorong kerja sama antarpeneliti, praktisi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Tujuannya akan semakin meningkatkan kepedulian isu penerbangan dan antariksa demi kemajuan bangsa.
Diplomasi keantariksaan menjadi salah satu pilar "Space2030 Agenda" yang telah disetujui negara-negara pada sidang United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space 2021. Seminar ini mengambil tema "Diplomasi Keantariksaan sebagai Instrumen Mencapai Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan."
Dengan letak astronomis dan geografisnya, Indonesia menjadi negara potensial dan strategis dalam keantariksaan. Karakteristik tersebut menjadi modal Indonesia dalam penguatan diplomasi antariksa. Harapannya terjadi peningkatan keberagaman akses pemanfaatan antariksa. Ini tidak masalah, meskipun Indonesia masih tergolong negara antariksa yang sedang berkembang (emerging space nations). Hal ini terutama untuk pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kehidupan masyarakat. ruf/Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Belum Diambil! Ribuan Penerima BSU Kota Sorong Belum Cairkan Haknya
-
Perkuat Riset Perkebunan Berkelanjutan, PTPN Group Resmi Luncurkan Research Day 2025
-
Alhamdulillah, Bandara Soeta Sukses Layani Keberangkatan 35.017 Jemaah Haji
-
Riset Akamai: GenAI Dorong Evolusi Edge
-
Prediksi Arus Penumpang Bandara Bali pada Libur Akhir Tahun
-
52 Rumah Warga di Banyuwangi Terdampak Puting Beliung
-
Banjir Luapan Sungai Rendam Puluhan Rumah di Cepu Blora.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.