Gawat Bisa Melonjak Lagi Covid-19 Gara-gara Ini, Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi di Tulungagung Masih Minim
Jumat, 17 Sep 2021, 05:45 WIBTulungagung - Masyarakat yang menggunakan aplikasi pedulilindungi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejauh ini masih minim, mengacu data pemakai aplikasi ini yang menggunakan jasa angkutan umum di daerah tersebut.
Hal ini diungkapkan Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Gayatri Tulunggaung, Dukut Sismantoyo, Kamis, dimana dari 1.500 penumpang yang masuk melalui Terminal Gayatri, maksimal hanya 10 yang sudah memanfaatkan aplikasi pedulilindungi.
"Belum ada pendataan resmi. Namun hasil pantauan sementara ya antara 5-10 dari 1.500 pengunjung terminal yang bisa menunjukkan bukti sertifikat vaksin dan status kesehatan melalui aplikasi pedulilindungi," kata Dukut menjelaskan.
Ia mengakui bahwa penggunaan aplikasi ini masih taraf sosialisasi, sehingga pengggunaanya belum banyak.
Masih ada toleransi saat penumpang ataupun awak bus dan angkutan umum lain, belum bisa menunjukkan aplikasi bukti status vaksin dan kesehatan mereka melalui aplikasi pedulilindungi.
Kendala lain yang sering ditemui, banyak warga yang menggunakan jasa angkutan umum tidak memiliki gawai yang mendukung. Selain juga sosialisasi yang memang belum optimal.
Sebagai bentuk sosialisasi, pihaknya mempunyai petugas yang berkeliling mengedukasi penumpang, dan menempelkan kode batang di pintu masuk terminal untuk dipindai (scan) oleh penumpang.
Warga yang sudah mempunyai aplikasi ini diarahkan untuk pindai kode yang ditempelkan. Untuk yang belum punyai diarahkan untuk mengunduh aplikasi ini dan diajari penggunaanya.
Untuk sekarang, pihaknya tak bisa memaksakan warga untuk menggunakan aplikasi ini. "Takutnya mereka malah naik bus dari luar terminal dan merugikan kita," katanya.
Salah satu penumpang, Donna Zulfa Ulin Nuha yang hendak pergi ke Malang, mengaku sudah mempunyai aplikasi ini. Namun dirinya tidak mengetahui adanya kewajiban untuk scan kode jika hendak masuk ke Terminal.
"Ya sudah punya. Tetapi kalau di sini belum tahu kalau harus menggunakan aplikasi pedulilindungi," katanya.
Menurut Dona, sebenarnya banyak keuntungan yang didapat dengan aplikasi pedulilindngi.
Dirinya tak perlu repot membawa kartu vaksin. Di dalam aplikasi ini sudah ada kartu vaksin digital yang bisa dibawa dan ditunjukkan di mana pun dan kapanpun.
Pada aplikasi pedulilindungi.id ini, akan muncul status vaksin dan kesehatan individu. Ada empat warga yang akan ditunjukkan sesuai status orang itu.
Hijau untuk yang sudah vaksin dua kali dan sehat. Mereka dengan warna ini boleh beraktifitas di luar rumah.
Warna oranye berarti yang bersangkutan boleh memasuki lokasi tapi harus mematuhi kebijakan pengelola lokasi.
Warna merah berarti orang tersebut belum divaksin dan harus melakukan vaksinasiCOVID-19.
Terakhir warna hitam, berarti merupakan orang yang positif COVID-19 atau kontak erat pasien COVID-19.
Mereka tidak boleh beraktivitas di luar dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan atau karantina.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Resmi Sahkan Dua Perda, Apa Dampaknya Bagi Warga Jakarta?
-
Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak
-
Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka
-
Pesisir Pangandaran Dihantam Gempa M 5,3, Tagana Siaga Satu Sisir Pantai!
-
Pemkot Bandung Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Kerja Nyata
-
Ironi Negeri Kincir Air, Belanda Mulai Disapa Kekeringan
-
Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.