Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kreatif, Pot Tanaman dari Limbah Kulit Durian

2 Kamis, 02 Sep 2021, 15:24 WIB | Oleh:
Kreatif, Pot Tanaman dari Limbah Kulit Durian Kreatif, Pot Tanaman dari Limbah Kulit Durian Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi kulit durian.

YOGYAKARTA - Empat mahasiswa UGM, Wikan Wicaksono (Teknologi Pertanian), Nabilah Khansa Mafudzah (Teknologi Pertanian), Dika Anggraeni (Teknologi Pertanian), dan Lukman Yulianto (Teknik Kimia), membuat pot ramah lingkungan atau eco-pot berbahan serat kulit durian dan rumput gajah.

Produk ini dikembangkan sebagai salah satu Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset dan Eksakta (PKM-RE). Tim ini menggali potensi dari kulit durian yang mengandung lignin, selulosa, dan pati, serta rumput gajah yang mengandung lignin dan memiliki serat kasar yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa.

"Kami memanfaatkan limbah kulit durian dan rumput gajah yang jumlahnya cukup melimpah. Kandungan serat, lignin, dan selulosa yang cukup tinggi dapat digunakan untuk membuat sesuatu yang kuat dan kokoh, yaitu menjadi eco-pot," tuturnya.

Ia mengungkapkan, kulit durian dan rumput gajah merupakan salah satu limbah organik yang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sekitar 10-15% bagian tanaman pada rumput gajah tidak terkonsumsi oleh ternak dan akan menjadi limbah yang akan dibakar dan menghasilkan abu serta dapat menyebabkan polusi udara. Sementara itu, limbah kulit durian dapat menyebabkan sampah yang tentunya tidak sedap aromanya jika dibiarkan begitu saja.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim ini melakukan penelitian secara intensif untuk menggali manfaat dan komposisi yang tepat dalam menciptakan pot organik yang kuat, sehingga nantinya dapat dijadikan pot persemaian yang mampu diaplikasikan pada tanaman dan mudah terurai dalam tanah.

Wikan menjelaskan, proses pembuatan eco-pot dimulai dengan pengambilan serat pada kulit durian dengan cara diparut. Serat ini kemudian dikeringkan bersamaan dengan rumput gajah yang sudah dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil.

"Setelah dikeringkan selama 36 jam, serat diambil dan selanjutnya ditimbang bersama tanah liat untuk mendapatkan beberapa sampel yang hendak diuji," terangnya.

Dalam pembuatan eco-pot, berat tiap bahan yang hendak dicampur dalam setiap sampel yang dihasilkan perlu diperhatikan. Selain itu, perlu dilakukan penghalusan serat kulit durian dan rumput gajah setelah proses pengeringan untuk mendapatkan sampel yang konsisten dan terlihat rapi.

"Setelah pembuatan pot, perlu dilakukan proses pengeringan menggunakan bantuan alatcabinet dryerdan biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 48 jam. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan sampel pot yang kering sempurna dan tentunya memiliki tingkat kekerasan yang maksimal," imbuh Dika.

Dari penelitian yang dilakukan, diketahui eco-pot yang terbuat dari serat kulit durian dan rumput gajah terbukti memiliki tingkat kekerasan yang baik. Pengujian menggunakan mesin UTM (Universal Testing Machine) menunjukkan bahwa salah satu sampel pot memiliki daya tekan (F.max) yang cukup tinggi, yaitu sekitar 166 N.

Selain itu, dilakukan juga pengujian daya jatuh yang membuktikan bahwa eco-pot memiliki ketahanan fisik jika terjatuh dari ketinggian tertentu. Eco-pot ini, terangnya, dapat menjadi alternatif pot ramah lingkungan pengganti polybag.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pagelaran seni tari di Kabupaten Bekasi

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pagelaran seni tari di Kabu...

Penyerahan SK kewarganegaraan Indonesia

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Penyerahan SK kewarganegara...
Daerah
Denda buang sampah sembaran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.