- Home
-
- Luar Negeri
-
- Intelijen AS: Covid-19 Buk...
Intelijen AS: Covid-19 Bukan Senjata Biologis
Minggu, 29 Agu 2021, 19:57 WIBANKARA - Laporan Komunitas Intelijen (IC) Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa virus korona tidak dikembangkan sebagai senjata biologis.
"IC menilai bahwa SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, kemungkinan muncul dan menginfeksi manusia dalam paparan skala kecil pada November 2019 dengan klaster pertama diketahui muncul di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019," kata IC dalam laporan yang dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional seperti dilansir kantor berita Anadolu, Sabtu (28/8).
IC menekankan bahwa semua lembaga menilai dua hipotesis yang paling masuk akal, yakni terpapar dari hewan yang terinfeksi virus dan insiden terkait laboratorium.
"Empat elemen IC dan Dewan Intelijen Nasional menilai bahwa infeksi awal SARS-CoV-2 kemungkinan besar disebabkan oleh paparan alami pada hewan yang terinfeksi atau virus serupa, yang mungkin lebih dari 99 persen mirip dengan SARS-CoV-2," papar IC.
Di sisi lain, satu elemen IC meyakini bahwa infeksi pertama SARS-CoV-2 pada manusia kemungkinan besar adalah hasil dari insiden terkait laboratorium, yang melibatkan eksperimen, penanganan hewan, atau pengambilan sampel oleh Wuhan Institute of Virology.
"Kami tidak akan dapat memberikan penjelasan yang lebih pasti tentang asal usul Covid-19 kecuali ada informasi baru yang memungkinkan kami menelusuri kontak awal dengan hewan atau laboratorium di Wuhan terbukti pernah menangani SARSCoV-2 atau virus serupa," imbuh IC.
Mereka menekankan bahwa IC dan komunitas ilmiah global kekurangan sampel klinis atau pemahaman lengkap tentang data epidemiologis dari kasus Covid-19 paling awal.
"Mendapatkan informasi tentang kasus paling awal dapat mengubah evaluasi hipotesis," ucap IC.
"Kerja sama Tiongkok kemungkinan besar akan diperlukan untuk mencapai penilaian konklusif tentang asal-usul Covid-19. Namun, Beijing terus menghalangi penyelidikan global, menolak berbagi informasi, dan menyalahkan negara lain, termasuk AS," tambah mereka.
Menurut IC, tindakan Tiongkok mencerminkan kefrustrasian mereka terhadap arah penyelidikan sekaligus dugaan bahwa komunitas internasional menjadikan masalah ini sebagai dalih untuk memberikan tekanan politik pada Tiongkok. Anadolu/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.