Peneliti Asing Dapat Terlibat Ciptakan Riset

Kamis, 19 Agu 2021, 07:10 WIB

JAKARTA - Peneliti asing dapat dilibatkan dalam memenuhi spektrum atau urutan penciptaan riset. Kelengkapan spektrum tersebut sangat penting jika produk riset hendak dihilirkan oleh industri. Demikian disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi (Brin), Laksana Tri Handoko, dalam Webinar Kemerdekaan: Riset untuk Merah Putih, di Jakarta, Rabu (18/8).

"Misalnya, di sini tidak ada pakar di salah satu spektrum itu, kita bisa menggaji peneliti asing datang ke Indonesia," ujarnya. Dia mengatakan, dalam program riset tidak perlu Indonesia punya semua periset di seluruh spektrum.

Ket. Foto: Kepala Badan Riset dan Inovasi, Laksana Tri Handoko, dalam Webinar Kemerdekaan: Riset untuk Merah Putih, di Jakarta, Rabu (18/8). — Sumber: koran jakarta/Muhamad Ma’rup

Laksana menerangkan, rata-rata peneliti memiliki kepakaran mendalam. Tapi, di sisi lain, mereka juga kesulitan jika harus meneliti spektrum di luar kepakarannya. Padahal kelengkapan tiap spektrum sangatlah penting.

"Kalau kita mau bawa hasil penelitian ke industri, tidak bisa ada material yang kurang dan belum dipahami. Ini menjadi potensi kegagalan," jelasnya.

Lebih jauh Laksana menyebut, keterlibatan industri untuk berkolaborasi dengan peneliti sangat penting sebagai kekuatan riset dan inovasi. Di sisi lain, industri kerap ragu menjadi mitra penelitian karena membutuhkan investasi dan risiko tinggi.

Dia menerangkan, dalam kondisi tersebut pemerintah harus hadir memfasilitasi hubungan antara peneliti dan industri. Menurutnya, salah satu yang penting dalam hubungan tersebut adanya standardisasi riset.

"Tidak mungkin hasil riset yang baru keluar laboratorium dapat langsung masuk proses produksi. Belajar dari pengalaman pandemi ini kita perlu hadir mengisi kekosongan yang dihasilkan di hulu untuk diteruskan ke hilir," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Suparno, mengatakan harus ada affirmative policy meliputi aspek riset, inovasi, industri, dan politik anggaran demi mendukung kemandirian bangsa. Di sisi lain, perlu ada political will untuk menciptakan kemandirian bangsa.

"Komisi VII DPR sebagai mitra siap mendukung strategi dan kebijakan riset inovasi ke depan agar kita menjadi negara maju, berdaya saing, dan memiliki SDM unggul," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.