Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ampun, Proyek Padat Karya Jalan Desa Ternyata Sarang Korupsi

📅 Jumat, 13 Agu 2021, 14:05 WIB | Oleh:
Ampun, Proyek Padat Karya Jalan Desa Ternyata Sarang Korupsi Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi pembangunan padat karya di desa.

YOGYAKARTA - Staf Ahli Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral), Bambang Hudayana, mengatakan pembangunan jalan desamelaluiproyek padat karya tidak berdampak pada peningkatan penghidupan berkelanjutan di desa.

Proyektersebutsarat dengan praktik korupsi dan aksi politik bantuan dan transaksional.Bahkan, proyek pembangunan jalan tidak menuntaskan masalah keterbatasan akses orang desa pada pasar, pelayanan pendidikan, kesehatan dan saprodi.

"Ketika jalan desa dibangun, diperkeras dan diaspal, pajak tanah naik sehingga petani dan penduduk lokal menjerit. Dampak lanjutan yang muncul adalah ketika jalan desa dibangun, tanah diincar pendatang sehingga penduduk lokal tergeser," kata Bambang Hudayana dalam rilis pers webinar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bertajuk Masalah dan Inovasi Pembangunan Jalan Desa, Kamis (12/8).

Menurutnya, sebagian besar di daerahjalan desa yang dibangun umumnya menggunakandana swadaya dan gotong-royong, namun yang terjadikemudian diakuisisisebagai jalan kabupaten sehingga seolah tidak terdapat pengakuan atas peran dan kekayaan desa.

Bambang menyampaikan bahwa pembangunan jalan desa belum maksimal dan cenderung menjadi beban desa dan masyarakatnya daripada sebagai solusi dalam hal konektivitas.Oleh karena itu, perlupengembangan berbagai praktik baik pembangunan jalan desa sebagai kerja kolaboratif pemerintah, desa, CSO, CSR dan masyarakat desa.

"Pembangunan jalan desa perlu disertai dengan pemberdayaan masyarakat dan memperkuat ekonomi masyarakat di pedesaan melalui perkuatan usaha desa dan BUMDes sehingga desa mampu mendanai pembangunan jalan desa," ujarnya.

Kepala Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, Catur Sarjumiharta, menuturkan perangkat pemerintah desa harus tahu banyak soalmekanisme pembangunan jalan desa, tata kelola dana desa, dan bagaimana menyelesaikan potensi terjadinya konflik sosial.

Kemampuan APB Desa untuk penanganan jalan desa, menurutnya, sangatminimdibandingkan dengan banyaknyapermintaan danaspirasi masyarakatuntukpengembangan jalan desa."Pembangunan jalan desa dilakukan dengan mekanisme padat karya, namun budaya gotong royong perlu tetap dilestarikan," katanya.

Salah satu inovasi yang dilakukan di Desa Pandowoharjo dalam penggunaan dana desa adalah dengan memberikan stimulan kepada masyarakat melalui pedukuhan untuk membangun jalan desa. Dengan budaya gotong royong yang sudah melekat di masyarakat,hasilyang dihasilkan justru melebihi dari angka stimulan yang diberikan.

CaretakerKepalaPustral UGM, Bambang Agus Kironoto, mengatakanimplementasi Dana Desa dalam pembangunan perdesaan, khususnya dalam penyediaan infrastruktur jalan, masih menemui beberapa permasalahan terutama ketersediaan sumber daya manusiadantransparansipenggunaandanadesa."Perlu didorong adanya inovasi yang dibutuhkan dalam pembangunan jalan desa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +