Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Pimpin Latihan Perang SEACAT

📅 Kamis, 12 Agu 2021, 05:31 WIB | Oleh:
AS Pimpin Latihan Perang SEACAT Doc: navy.mil
Ket. Komandan Armada ke-7 AS, Wakil Laksamana Karl Thomas

SINGAPURA - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bersama 20 negara mitra, pada Selasa (10/8) membuka latihan dan kerja sama militer di Asia Tenggara (Southeast Asia Cooperation and Training/SEACAT). Karena pandemi Covid-19, latihan militer internasional ini selain digelar secara langsung juga dilaksanakan secara virtual.

Latihan militer yang sebut SEACAT ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kerja sama antara negara-negara Asia tenggara dengan memasukkan pelatihan standar, taktik dan prosedur ketika menghadapi krisis, kontinjensi atau kegiatan ilegal di matra maritim.

"Di kawasan ini, kekuatan kemitraan kami amatlah penting, dan kemampuan serta kemauan kami untuk bekerja sama juga amat penting," ucap Komandan Armada ke-7 AS, Wakil Laksamana Karl Thomas seperti dikutip dari rilis berita Angkatan Laut AS. "SEACAT tahun ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas kami saat kami mengatasi masalah keamanan maritim bersama dan menjaga ketertiban internasional berbasis tatanan hukum," imbuh dia.

Latihan bersama ini melibatkan pusat operasi maritim yang berbasis di International Fusion Centre di Singapura untuk mengatur koordinasi krisis dan berbagi informasi tentang kapal yang mencurigakan selama simulasi.

"Skenarionya dirancang untuk mendorong negara-negara bekerja sama melalui aset kesiapsiagaan matra maritim untuk lebih memahami operasi dan kepatuhan terhadap norma-norma internasional," kata Kapten Tom Ogden, komandan Skuadron Perusak di Armada ke-7 AS. "Mempraktikkan operasi pencegatan multilateral dan multi-platform untuk membantu negara mitra kami di Asia Tenggara untuk mempersiapkan kemungkinan keterlibatan di dunia nyata di masa depan," imbuh dia.

Elemen Baru

Secara keseluruhan, latihan ini melibatkan sekitar 400 personel dan 10 kapal, termasuk kapal tempur Angkatan Laut AS Tulsa, pesawat pengintai P-8A Poseidon dari Gugus Tugas 72, bersama dengan personel dari Gugus Tugas 73 dan 76, serta armada Pasifik dan armada ke-7 Angkatan Laut AS.

"Latihan tahun ini juga menghadirkan elemen baru dengan menggabungkan organisasi internasional dan organisasi non-pemerintah, yang bertujuan untuk menciptakan skenario yang lebih realistis untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan, hukum, dan norma yang berlaku," kata Angkatan Laut AS seperti dilansirMilitary Times, Rabu (11/8).

Negara-negara yang berpartisipasi dalam latihan ini antara lain Australia, Bangladesh, Brunei, Kanada, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Maladewa, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, Inggris dan Vietnam.

SEACAT ini digelar untuk ke-20 kalinya sejak pertama kali dilaksanakan pada 2002. Dalam latihan militer tahun lalu, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari simposium virtual di tengah pandemi Covid-19.MilitaryTimes/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bahan-bahan Lokal Dimanfaat...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.