- Home
-
- Luar Negeri
-
- Blinken Kritik Isu HAM di ...
Blinken Kritik Isu HAM di India
Kamis, 29 Jul 2021, 05:43 WIBNEW DELHI - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, dalam kunjungan resmi pertamanya ke India, mengkritik kemunduran hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi di negara sekutu pentingnya itu.
Hal itu dilontarkan setelah Blinken mendapat laporan dari kelompok-kelompok HAM yang mengatakan kebebasan sipil dan ruang untuk perbedaan pendapat di India semakin diserang di negara demokrasi terbesar dunia di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
"AS dan India menganggap serius tanggung jawab kedua negara untuk memberikan kebebasan, kesetaraan, dan kesempatan kepada semua rakyatnya," ucap Blinken dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar.
"Demokrasi harus selalu berupaya untuk memperkuat institusi demokrasi kita, memperluas akses terhadap keadilan dan kesempatan, membela kebebasan fundamental," tegas Menlu AS itu.
Bahas Isu-Isu Lain
Selain membahas isu HAM, demokrasi serta peningkatan hubungan bilateral, sejumlah pejabat tinggi India membahas isu-isu penting lainnya dengan Menlu Blinken. Adapun isu-isu itu menyangkut kekhawatiran India atas kembali bangkitnya kelompok Taliban di Afghanistan serta dukungan AS bagi mengatasi kebuntuan terkait sengketa perbatasan antara India dengan Tiongkok.
New Delhi prihatin terhadap perkembangan politik di Afghanistan terutama karena India adalah pendukung kuat bagi pemerintah Afghanistan, apalagi ketika AS menarik seluruh pasukan dari negara itu.
India pun menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban, apalagi India memandang kelompok ini amat didukung oleh negara musuh bebuyutannya yaitu Pakistan. India khawatir Afghanistan dibawah kendali Taliban akan diubah menjadi negara basis bagi kelompok militan untuk menyerang India.
Menyikapi hal ini, Menlui Biden mengatakan bahwa AS akan tetap sangat terlibat dalam mendukung pemerintah Afghanistan yang terkepung, memberikan dukungan keamanan dan bantuan lainnya. "Harus ada resolusi damai yang mengharuskan Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk berunding," ungkap Blinken.
Sementara itu hubungan AS-India secara historis berjalan kurang bagus, tetapi akibat makin kuatnya pengaruh kekuatan Tiongkok, telah menyatukan kedua negara secara lebih dekat lagi, terutama sejak terjadinya bentrokan mematikan tahun lalu di perbatasan Himalaya yang disengketakan.
Dalam paparannya, Menlu Blinken menerangkan bahwa India adalah bagian dari aliansi Quad yang tergabung dengan AS, Jepang dan Australia, dan aliansi ini patut dipertahankan sebagai benteng melawan Tiongkok.
"Tujuan (Quad) hanya untuk memajukan kerja sama dalam menghadapi tantangan regional sambil memperkuat aturan dan nilai internasional yang kami yakini bersama bagi mendukung perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas di kawasan ini," pungkas Blinken. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Sungai Bongka, Geowisata yang Lahir dari Benturan Tiga Lempeng Dunia
-
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Menjadi Rp2,612 Juta/Gr pada Sabtu (25/7)
-
Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Seorang Pemimpin Geng Duduk di Kursi Terdakwa
-
Disdik Aceh Ingatkan Dinas dan Kepsek Patuhi SPMB Daring dan Zonasi
-
15 Tahun Ditutup, Akses Jalan Lematang Gambir Dibuka Lagi, Warga Kini Bisa Lewat
-
Presiden Prabowo Turun ke Sawah di Gorontalo, Saksikan Langsung Cara Tanam Petani di PENAS KTNA XVII.
-
Pemprov Banten Ajak Matahari Pagi Indonesia Jadi Mitra Strategis Kawal Aspirasi Masyarakat.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.