Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Situasi Konflik Bisa Meluas

📅 Kamis, 08 Jul 2021, 05:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Situasi Konflik Bisa Meluas Doc: FABRICE COFFRINI / AFP

JENEWA - Ketua urusan hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa situasi konflik yang mengerikan di Myanmar sejak terjadinya kudeta pada Februari lalu, akan menjerumuskan negara itu dalam kemungkinan terjadinya perang saudara dan bahkan bisa memicu ketidakamanan regional.

Berbicara dihadapan Dewan HAM PBB pada Selasa (6/7), Michelle Bachelet menyesalkan situasi di Myanmar dalam beberapa bulan terakhir telah berkembang dari krisis politik menjadi bencana HAM multidimensi.

"Penderitaan dan kekerasan di seluruh negeri adalah prospek yang menghancurkan bagi pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan kemungkinan kegagalan negara atau perang saudara yang lebih luas," ucap Bachelet.

Selain itu, Bachelet memperingatkan bahwa perkembangan situasi konflik di Myanmar sejak kudeta telah menciptakan potensi yang nyata bagi ketidakamanan besar-besaran yang bisa berdampak pada wilayah yang lebih luas.

"Apa yang dimulai sebagai kudeta oleh militer Myanmar, dengan cepat berubah menjadi serangan terhadap penduduk sipil yang semakin meluas dan sistematis," papar Komisaris Tinggi PBB untuk HAM.

Bachelet mengatakan sejak kudeta, hampir 900 orang tewas, sementara sekitar 200.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pada saat yang sama, setidaknya 5.200 orang telah ditangkap secara sewenang-wenang, termasuk diantaranya lebih dari 90 wartawan serta delapan media besar terpaksa ditutup.

Bachelet juga menunjuk beberapa laporan tentang penghilangan paksa, penyiksaan brutal dan kematian dalam tahanan, serta penangkapan kerabat dan bahkan anak-anak dari orang yang dicari oleh pihak berwenang.

"Keputusasaan meningkat," ucap dia merujuk pada laporan bahwa warga sipil Myanmar di seluruh negeri sekarang telah mengangkat senjata dan membentuk kelompok pertahanan sendiri. "Saya khawatir eskalasi kekerasan ini dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi warga sipil," imbuh dia.

Upaya Asean

Menanggapi situasi konflik di Myanmar yang semakin memburuk, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, pada Selasa (6/7) menyatakan bahwa Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean) tengah berupaya untuk mempercepat implementasi konsensus lima poin yang dicapai oleh pemimpin negara-negara anggota untuk mengatasi krisis di Myanmar pada April lalu.

"Kami menyadari bahwa implementasi konsensus lima poin telah berjalan lamban dan sedikit mengecewakan," kata Menlu Balakrishnan.

"Kami bekerja dalam lingkup Asean untuk mempercepat proses ini, dengan tujuan untuk meredakan situasi kemanusiaan, mengakhiri kekerasan, dan mengembalikannya ke arah negosiasi langsung oleh semua pihak terkait yang akan berujung pada kenormalan, perdamaian, dan stabilitas untuk jangka panjang," pungkas dia. Ant/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Alexander Zverev jadi Petenis Peringkat Satu Dunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.