• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tanpa Disadari, Ini Perila...

Tanpa Disadari, Ini Perilaku Manusia yang Bisa Merusak Lingkungan

Jumat, 25 Jun 2021, 10:20 WIB

Kita bisa merasakan bahwa semakin hari bumi semakin rapuh. Tak hanya hal-hal besar saja yang memiliki pengaruh atas kerusakan lingkungan, ternyata hal-hal kecil yang kerap dilakukan manusia tanpa disadari juga memiliki andil dalam kerusakan lingkungan kita.

Namun, kampanye back to nature atau go green sudah banyak diterapkan oleh masyarakat. Mulai dari pengurangan penggunaan plasik ketika berbelanja hingga menggunakan sedotan stainless dibanding sedotan plastik.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Lalu, apa lagi ya perilaku manusia yang tanpa disadari bisa merusak lingkungan?

1. Penggunaan air conditioner (AC) secara berlebihan

AC benar-benar menjadi solusi dikala kondisi hari sedang terik-teriknya. Meskipun memiliki manfaat, nyatanya penggunaan AC yang berlebihan juga memiliki efek negatif.

AC menyumbang peningkatan gas rumah kaca. Kandungan senyawa hydroflourocarbons (HFC) memiliki andil pada global warming. Cobalah untuk bijak dalam menggunakan AC. Matikan ketika tidak dibutuhkan adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan.

2. Membuang obat sembarangan

Membuang obat ternyata ada aturannya, lho. Apabila obat yang dimiliki belum kadaluarsa, jangan dibuang dan sebaiknya disimpan di tempat yang rapat dan terhindar dari sinar matahari. Membuang obat yang benar dianjurkan dibungkus dengan tanah atau ampas kopi untuk mengurangi efeknya.

Beberapa obat memiliki dampak langsung bagi lingkungan. Misalnya, pil KB juga mempengaruhi hormon ikan. Obat anti-depresan yang dikonsumsi burung lewat air got atau kali yang dibuang manusia dalam keadaan larut akan berpengaruh pada perilaku burung yang tak mau makan dan berkembang biak.

3. Penggunaan tisu

Penggunaan tisu sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam membuat 3.2 juta ton tisu harus ada 54 juta batang pohon yang ditebang. Tentunya hal ini menyebabkan hilangnya jutaan hektar hutan yang merupakan paru-paru dunia.

4. Membuang sisa makanan

Dengan tidak menghabiskan makanan, Anda menyumbang salah satu tindakan yang memperburuk kondisi lingkungan. Sebuah studi menyebutkan bahwa tiap tahun ada 1,3 milyar ton sampah makanan yang menjadi ancaman besar bagi lingkungan secara global.

Sampah makanan ini akan menghasilkan gas rumah kaca secara masif yang menyebabkan pemanasan global. Hal ini sudah banyak dilawan lewat gerakan-gerakan kecil seperti mengemas makanan di kontainer dan menyimpannya di kulkas dan sebuah yayasan akan mendistribusikan kembali makanan yang masih dalam kondisi baik atau bahkan tak tersentuh.

5. Penggunaan sabun anti-bakteri

Di era pandemi ini, kita disarankan untuk sering mencuci tangan. Namun ternyata, berdasarkan studi dari Johns Hopkins dari University Center for Water and Health, dua kandungan sabun anti-bakteri yakni triclocarban dan triclosan, keduanya akan berbahaya ketika terdegradasi.

Beberapa studi membuktikan kalau kandungan triclosan di lingkungan telah menjadikan tikus dan amfibi mengalami pubertas dini, infertilitas hingga kanker.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Reisky Aulia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.