Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Disangka Mantan Aktivis Pelajar Islam Ini Lulusan Terbaik Akmil, Pernah Jadi Bos Intel di Era Habibie

📅 Rabu, 31 Mar 2021, 16:13 WIB | Oleh:
Tak Disangka Mantan Aktivis Pelajar Islam Ini Lulusan Terbaik Akmil, Pernah Jadi Bos Intel di Era Habibie Doc: Istimewa
Ket. Letjen (Purn) ZA Maulani.

JAKARTA - Ada cerita menarik tentang sosokLetnan Jenderal TNI (Purn) Zaini Azhar Maulani atau lebih dikenal dengan panggilan Jenderal ZA Maulani. Ia ternyata, semasa mudanya, pernah jadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII).

Bahkan jenderal bintang tiga kelahiran Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, 6 Januari 1939 ini adalah salah satu pencetus berdirinya Perkumpulan Alumni Pelajar Islam Indonesia. Dia pula yang kemudian menjadi ketua umum pertama dari Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia.

Fakta lain yang menarik dari Jenderal ZA Maulani, adalah jejaknya di militer. ZA Maulani merupakan lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang tahun 1961. Ia adalah lulusan terbaik di angkatannya. Peraih bintang penghargaan bergengsi Adhi Makayasa.

Sang jenderal sendiri sudah almarhum. Meninggal pada 5 April 2005 di Jakarta pada umur 66 tahun. Di militer, jabatan penting yang pernah dipegang Jenderal Maulani adalah sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Bakin adalah lembaga selik sandi Negara yang sekarang bernama BIN.

Sang jenderal merupakan Kepala Bakin atau BIN ke 9. Ia jadi bos intel menggantikan pendahulunya, Jenderal Moetojib sebelum digantikan Jenderal Arie J. Kumaat. Letjen ZA Maulani jadi bos intel di era Habibie jadi Presiden.

Di TNI, Jenderal yang pernah mengenyam pendidikan di Command and General Staff College, Quetta, Pakistan dan Lemhanas ini mengawali karirnya sebagai Komandan Peleton, Kompi I, Batalyon 145/Sriwijaya.

Dia juga pernah menjadi Panglima Kodam VI Tanjungpura dari tahun 1988 sampai 1991. Setelah itu ditunjuk untuk mengisi jabatan sipil sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi dari tahun 1991 sampai 1995. Kemudian setelah itu, Maulani diangkat menjadi staf ahli Menristek/BPPT. Jabatan itu dipegangnya dari tahun 1995 sampai 1998.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Tiba di AS, Xi Jinping Disa...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.