Tiongkok Kembangkan Riset Angkasa dan Maritim

Rabu, 21 Mar 2018, 01:00 WIB

BEIJING - Dalam lima tahun terakhir, Tiongkok telah mengalami perkembangan yang amat pesat dalam riset luar angkasa dan maritim. Saat ini Tiongkok telah mengorbitkan lebih dari 170 satelit di luar angkasa, dan sebuah kapal selam mereka telah berhasil menyelam di laut yang paling terdalam.

"Perkembangan yang amat pesat ini merupakan jawaban atas kepenasaran para ilmuwan Tiongkok atas misteri yang belum pernah mereka ketahui yang ada di luar angkasa dan lautan," demikian ditulis Beijing Review edisi akhir Februari lalu.

Ket. Foto: Pan Jianwei — Sumber: Nature/ Eric Michael Johnson

Untuk riset luar angkasa, ilmuwan terkemuka Tiongkok, Pan Jianwei, selama dua tahun terakhir ini terus mengembangkan sistem teknologi komunikasi kuantum yang sebelumnya hanya dikenal dalam buku-buku fiksi sains.

Dengan bantuan akademisi di Chinese Academy of Sciences (CAS), Pan berupaya untuk membuat satelit komunikasi dengan teknologi kuantum pertama di dunia Quantum Experiments at Space Scale (QUESS) yang diberi nama Micius dan mengorbitkannya ke luar angkasa. Jika ini terjadi, maka akan menjadi revolusi dalam bidang informasi di masa depan.

Lima stasiun pengendali satelit Micius telah dibangun Tiongkok di sejumlah tempat. Teknologi satelit kuantum menjadikan transmisi informasi berjalan amat cepat dan aman karena sulit diretas. Dalam transmisinya, satelit kuantum menggunakan teknologi perpindahan partikel dalam prosesnya.

Pada Agustus 2017 lalu, uji coba satelit kuantum ini telah berhasil mengirimkan data ke Bumi. Pada 29 September, satelit ini berhasil melakukan hubungan panggilan video antara CAS di Beijing dan Austrian Academy of Sciences, di Wina, yang berjarak 7.600 kilometer.

"Penggilan video ini telah jadi cikal bakal bagi jaringan komunikasi kuantum global yang aman," demikian tulis Physical Review Letters edisi 19 Januari.

Saat berpidato di Hong Kong University of Science and Technology, Pan sesumbar bahwa di masa mendatang teknologi satelit komunikasi yang dikembangkannya bisa melakukan duplikasi atau teleportasi materi.

Selain mengembangkan satelit kuantum, Tiongkok juga melakukan pencapaian lain yaitu mengembangkan teleskop radio terbesar didunia yang diberi nama Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST). Teleskop FAST ini berada di Tianyan Provinsi Guizhou, dan telah diuji sejak September 2016 lalu dan rencananya mulai dioperasikan pada 2019.

Teleskop FAST difokuskan untuk meneliti materi gelap yang ada di luar angkasa dengan kemampuan jarak pandang 10 miliar tahun cahaya.

Selain itu Tiongkok juga membangun laboratorium luar angkasa yang nantinya akan menyokong misi pengiriman manusia di stasiun luar angkasa pada 2022.

Tak hanya itu, dalam lima tahun terakhir Tiongkok juga kian mengembangkan dunia kedirgantaraan dengan membuat pesawat penumpang dengan kemampuan sendiri. Pada Mei 2017 lalu, pesawat C919 yang merupakan pesawat penumpang berbadan lebar pertama Tiongkok, berhasil mengangkasa.

Tak hanya pesawat sipil, pesawat militer Tiongkok juga mengalami terobosan teknologi sehingga bisa menyaingi pesawat-pesawat tempur negara adikuasa lainnya.

Jelajahi Lautan

Pencapaian Tiongkok tak hanya di bidang dirgantara dan luar angkasa. Pada Juni 2012, sebuah kapal selam tanpa awak yang diberi nama Jiaolong, juga dilaporkan telah berhasil menyelam di palung Mariana hingga kedalaman 7.062 meter.

Dengan keberhasilan ini, ilmuwan Tiongkok telah beulang kali mengirim Jiaolong ke kedalaman laut untuk mengambil sampel air laut, bebatuan dan kehidupan bawah air untuk mencari tahu awal mula kehidupan di Bumi.

Menurut Sekjen China Ocean Mineral Resources R&D Association, Liu Feng, di masa depan Tiongkok akan membangun dua lagi kapal selam yang mempu menjelajahi laut dalam namun kali ini yang sanggup diawaki oleh manusia. "Kapal selam kami akan dibangun pada 2020 dan nantinya bisa menyelam hingga kedalaman 11 kilometer," kata Liu.

Perkambangan teknologi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir disinyalir berkat kian meningkatnya inovasi di dalam negeri. Menurut Presiden Tiongkok, Xi Jinping, inovasi merupakan tulang punggung pembangunan dan strategi pembangunan menuju modernisasi perekonomian. "Tiongkok akan terus memperbaiki sistem inovasi nasional dan mendorong pengembangan sains dan teknologi demi memperkuat komunitas intelejensia dan digital Tiongkok," pungkas Xi.

gma/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.