Geonas
Minggu, 07 Oktober 2012 | 04:06:23 WIB

 
Sano Nggoang Danau Vulkanik Terdalam di Dunia yang Eksotik
Sano Nggoang Danau Vulkanik Terdalam di Dunia yang Eksotik
DOK

Para geolog yakin Sano Nggoang adalah danau vulkanik terdalam di dunia. Bayangkan, danau terbesar di Pulau Flores ini memiliki kedalaman sekitar 600 meter. Danau yang berada di Kabupaten Manggarai Barat ini tampak eksotik dan menjadi warisan geologi (geological heritage) bernilai tinggi.

Daya tarik Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur tak cuma satwa primitif komodo dan Gunung Kalimutu yang sangat menggetarkan. Lebih dari itu, keberadaan Sano Nggoang juga layak menjadi perhatian serius. "Sano" dalam bahasa lokal Manggarai berarti danau.

Danau seluas 513 hektare (ha) itu membentang sepanjang 2,5 sampai 3 km. Danau itu berada pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut (dpl). Praktis, kondisi atmosfernya terasa sejuk dan menyegarkan. Angin bersih dan segar bertiup lembut menyegarkan jiwa raga. Jadi, jangan abaikan tempat ini kalau Anda sudah berada di Pulau Flores.

Menurut geolog dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Oki Oktariadi, danau vulkanik ini terbentuk dari proses geologi yang masih terus berlangsung di Pulau Flores. Para geolog yakin wilayah Manggarai Barat tersusun atas busur vulkanik dalam kalk alkalin berumur kenozoikum yang sampai saat ini masih aktif.

"Busur tersebut dibentuk oleh penujaman kerak India-Australia ke arah utara. Bentuk busur kepulauan ini masih mengalami perubahan di bagian timur karena tumbukan dengan tepi Benua Australia - New Guinea terus berlangsung," ungkap Oki.

Mata Air Panas
Geolog Badrudin menambahkan batuan tertua yang terdapat di sekitarnya terdiri atas batuan sedimen berumur tersier. Batuan ini tersingkap di bagian utara daerah Werang.

Dia menjelaskan batuan vulkanik Kuarter berasal dari erupsi Gunung Sanonggoang yang membentuk kaldera Sanonggoang dan batuan vulkanik tua praerupsi gunung tersebut sebagian tersebar di Sano Nggoang. Ciri paling jelas adalah selang-seling antara breksituf terubah, andesit, andesit basaltik, dan tuf berubah.

Batuan yang telah mengalami perubahan hidrotermal umumnya memiliki intensitas lemah hingga kuat. Hal ini dibuktikan dengan munculnya mata air panas berkadar belerang tinggi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut penelitian Fredy Nanlohi (2003), kondisi lingkungan fluida geotermal di sekitar danau bersifat netral hingga asam. Dia dicirikan oleh sedimen reservoar air panas dengan zona uap pada kedalaman relatif dangkal.

Kalau Anda ingin berspa ria secara alami, cobalah sensasinya di pinggir danau, tepatnya di Desa Wae Sano. Dijamin selain tubuh Anda terasa segar bugar, juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.

Pilihlah kehangatan air yang sesuai untuk tubuh Anda. Bukan apa-apa, sumber mata air panas ini bervariasi, ada yang hangat (bersuhu sekitar 37 oC), namun ada pula yang mendidih (100 oC).

Biasanya oleh warga lokal, sumber air panas yang mendidih ini dipakai untuk merebus aneka makanan seperti pisang, telur, dan lain-lain. Hanya butuh waktu tiga menit, makanan tersebut sudah masak dan siap disantap.

Suasananya begitu eksotis. Apalagi jika Anda beruntung, serombongan itik gunung (Anas superciliosa) bermain, berenang, dan mencari pakan di pinggir danau.

Berbeda dengan itik lainnya, itik gunung atau burung air ini memiliki ukuran tubuh lebih besar. Keindahan warna bulu juga memikat. Paruhnya tampak putih dipadukan dengan warna coklat. Sekujur tubuhnya hingga leher dibalut dengan warna cokelat.

Lalu, nikmati juga keindahan burung tiong emas (Gracula religiosa) yang sedang mematuk-matuk buah murbai. Ada juga kicauan merdu burung opior paruh tebal (Heleia crassirotris), kacamata wallacea (Zosterops wallace), dan srigunting wallacea (Wallacean dronggo).

Memandang jauh ke depan, danau ini dikelilingi aneka vegetasi yang tumbuh subur di kawasan hutan lindung Hutan Mbeliling dan Hutan Sesok. Selama hutan ini masih terjaga dengan baik, dijamin volume air danau pun akan stabil.

Spesies Endemik
Keunikan lain, kawasan hutan ini dihuni oleh flora dan fauna endemik, khas Flores. "Lebih dari 20 spesies tumbuhan baru berhasil ditemukan di Hutan Mbeliling. Tumbuhan ini merupakan flora endemik," ungkap Oki.

Flora tersebut di antaranya adalah beberapa spesies pohon (Helicia sp dan Ternstroemia sp), Urobotrya florensis, serta Sympetalandra schmutzii. Bahkan, beberapa jenis anggrek (Corybas sp dan Coelogyme sp) belum dapat dideskripsikan.

Beragam flora ini mengindikasikan adanya proses evolusi dan biogeografi di Asia Tenggara. Artinya, di masa lalu ada keeratan hubungan flora dan fauna di Kalimantan, Filipina, dan Papua.

Hal itu juga ditunjukkan dengan adanya fakta bahwa benih-benih flora tersebut terdapat di Kalimantan, Filipina, dan Papua. Seperti diketahui, benih-benih tersebut tidak bisa terbang melewati lautan. "Inilah bukti daratan Floles menyatu Indo-Malaya (Sundaland)," jelas Oki.

Bagi masyarakat lokal, plasma nuftah tersebut juga sangat bermanfaat, khususnya dalam meramu menjadi obat-obatan herbal alami. Beragam penyakit seperti demam, flu, malaria, hingga kanker dapat disembuhkan oleh beragam jenis tumbuhan yang ada di hutan tersebut. Bagi ibu hamil dan melahirkan, hutan ini juga menyediakan apotek alami.

Kelimpahan flora di Flores, terutama di Hutan Mbeliling, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sekelompok burung. "Jumlah keragaman jenis burung di Mbeliling adalah tertinggi di kawasan Flores," tutur Oki.

Dia menambahkan kawasan tersebut dihuni tiga dari empat spesies endemik. Selain itu, 17 dari 20 burung penting juga terdapat di Mbeliling. Sebut saja itik gunung atau burung air, itik benjut (Anas gibberifronts), gagak flores (Corvus florensis), tesia timor (Tesia everetti), kipasan flores (Rhipidura diluta), serta cekakak tunggir-putih (Caridonax fulgidus).

Tak hanya burung, satwa endemik lainnya adalah ular buta (Typhlops schmutzii) dan tikus raksasa flores. Masih terlalu minim pengetahuan manusia untuk mengungkap berbagai spesies langka tersebut.

Kombinasi antara keunikan geologi dan kelimpahan flora-fauna inilah yang perlu kita selamatkan eksistensinya. Hal ini penting lantaran di beberapa bagian kawasan ini mulai terancam oleh berbagai kerusakan. b siswo


Selamatkan Kawasan Hutan Mbeliling

Meski pengambilan kayu di Hutan Mbeliling dilarang, illegal logging masih saja terjadi.

Dari kejauhan kawasan Hutan Mbeliling aduhai eloknya. Berada pada ketinggian 600 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, dia menampakkan hamparan vegetasi hutan yang memukau.

Hutan lindung seluas 72,4 km2 ini memiliki multimanfaat. Selain sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi berbagai flora dan fauna, Hutan Mbeliling juga menjadi daerah resapan air bagi kawasan di bawahnya, yakni Labuanbajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

Bisa dibayangkan kalau hutan ini rusak. Pasokan air yang selama ini menghidupi puluhan ribu penduduk bakal tersendat-sendat. Tak hanya itu, bencana lain seperti banjir dan longsor juga menjadi ancaman jika kita tak mampu mempertahankan hamparan hutan tersebut.

Fakta yang beredar cukup memprihatinkan kita semua. Meski pengambilan kayu di Hutan Mbeliling dilarang, illegal logging masih saja terjadi. Akibatnya, hamparan hutan itu terkoyak dan terus menyusut.

Tak hanya itu. rencana pemerintah daerah yang akan mengonversi habitat hutan bertajuk rapat menjadi hutan tanaman industri juga patut ditinjau ulang. Perilaku alih fungsi hutan semacam ini hanya akan mengancam kelestarian hutan lindung beserta flora dan fauna yang menghuninya.

Ancaman juga berasal dari ulah manusia yang telah mengubah fungsi hutan itu menjadi perkebunan, pembangunan jalan, dan perambahan hutan untuk berbagai keperluan. Kalau hal ini dibiarkan tanpa kendali, bersiaplah menghadapi bencana demi bencana. b siswo

Ada 0 Komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar Anda
Silahkan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar :

Disclaimer : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal Koran Jakarta. Semua berita dan foto dilindungi oleh hak cipta dan tidak diperkenankan untuk menyalahgunakannya tanpa seizin pengelola situs.