Nasional Mondial Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

WHO Keluarkan Peringatan Waspada Cacar Monyet kepada Pemilik Hewan Peliharaan setelah Seekor Anjing Tertular dari Pemiliknya yang Pasangan Gay

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - WHO mengeluarkan peringatan waspada cacar monyet kepada pemilik hewan peliharaan. "Orang yang terinfeksi virus harus menjauhi hewan," kata badan kesehatan PBB dikutip dari media terbesar Rusia, RT, hari ini.

Organisasi Kesehatan Dunia itu telah mengeluarkan peringatan kepada orang yang terinfeksi cacar monyet untuk mengisolasi dari hewan setelah kasus pertama penularan dari manusia ke anjing yang diketahui didokumentasikan dalam jurnal medis Lancet.

"Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan dari penularan dari manusia ke hewan ... dan kami yakin ini adalah kasus pertama dari seekor anjing yang terinfeksi," kata pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet Rosamund Lewis kepada wartawan, Rabu (17/8) kemarin.

Epidemiolog telah menyadari bahwa penularan seperti itu mungkin terjadi, dengan beberapa lembaga kesehatan masyarakat telah menyarankan orang yang terinfeksi untuk "mengisolasi dari hewan peliharaan mereka," tetapi tidak ada contoh spesifik yang didokumentasikan sampai minggu lalu.

Laporan Lancet menggambarkan dua pria gay yang tinggal bersama di sebuah apartemen di Paris dengan anjing greyhound Italia mereka.

Mereka melihat lesi pada anjing 12 hari setelah gejala mereka sendiri mulai muncul, dan mengungkapkan bahwa mereka telah "tidur bersama" dengan anjing mereka.

Analisis genetik mengkonfirmasi virus yang menginfeksi anjing itu adalah jenis yang sama yang menginfeksi pemiliknya.

Sementara direktur darurat WHO Mike Ryan mengakui bahwa anjing yang terinfeksi "tidak terduga," ia memperingatkan bahwa "apa yang tidak ingin kita lihat terjadi adalah penyakit berpindah dari satu spesies ke spesies berikutnya, dan kemudian tetap berada di spesies itu [dan ] bergerak di dalam spesies baru karena saat itulah virus dapat beradaptasi, dan kemudian beradaptasi dengan spesies baru itu [virus] diberi insentif untuk berevolusi seperti itu."


Redaktur : Eko S
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top