Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Stres yang meningkat selama pandemi berpengaruh pada kesehatan kulit. Stres juga menyebabkan sulit tidur sehingga menaikkan produksi hormon kortisol yang merusak kesehatan kulit.

Waspada, Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Penuaan Kulit

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan global sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Maret 2020. Sejak itu, kebiasaan orang berubah drastis seperti pola tidur, makan, cara bekerja, dan berolahraga.
Saat stres seseorang menjadi sulit tidur memicu produksi hormon kortisol yang menghambat produksi kolagen dan asam hialuronat. "Stres mempengaruhi kemampuan untuk tertidur dan tetap tertidur. Ini juga dapat mempengaruhi kulit," kata spesialis tidur sekaligus asisten profesor kedokteran klinis pada Keck School of Medicine di University of Southern California, dr Raj Dasgupta, seperti dikutip CNN.
Stres yang dialami membuat kulit cukup menderita yang menyebabkannya menjadi terlihat tua. "Kulit mungkin juga menderita akibat stres pandemi selama setahun," papar asisten profesor klinis dermatologi di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai Medical Center, dr Whitney Bowe.
Seorang pasien yang datang pada Bowe mengungkapkan setelah kehilangan orang tua, seperti terlihat lebih tua dalam waktu satu tahun. "Anda dapat melihat benar-benar telah menyebabkan kerusakan fisik dan dari mekanisme biologis kami memahami bagaimana ini bekerja. Saya menyebutnya penuaan stres," kata dia.
Sebuah studi pada 2010 tentang efek kurang tidur, pada fitur wajah menyimpulkan, orang kurang tidur memiliki kelopak mata yang bengkak dan lingkaran hitam di bawah mata. Mereka tampak seperti memiliki lebih banyak kerutan.

Tekanan Kronis
Penyebabnya adalah tekanan kronis karena tingginya tingkat hormon stres kortisol yang membanjiri tubuh. Hormon ini menghambat produksi kolagen dan asam hialuronat (hyaluronic acid) yang sangat berperan dalam peremajaan kulit.
Kolagen membangun jaringan dari tulang, tulang rawan hingga kulit, rambut, mata, dan sistem pencernaan. Sedangkan asam hialuronat memiliki kemampuan menghilangkan kerutan wajah, mengangkat bagian wajah yang mulai turun.
"Kolagen adalah perancah kulit yang mencegah garis-garis halus dan kerutan, sedangkan asam hialuronat membuat kulit montok. Dengan begitu, hilangnya kolagen benar-benar dapat mempengaruhi penampilan," kata Bowe.
Selain itu, stres menyebabkan gangguan pada fungsi yang tepat dari pelindung kulit, penyebab dehidrasi, peningkatan pengelupasan kulit, kekeringan, serta pembentukan kerutan. "Ya! Saya melihat banyak pasien datang setelah stres Covid dan kelelahan," kata juru bicara American Academy of Dermatology, dr Marie Jhin.
Bowe menyatakan banyak kasus eksim, rambut rontok dan jerawat karena stres setahun terakhir, sejak pandemi Covid-19 melanda. "Saya belum pernah melihat permintaan setinggi ini," kata Bowe. "Saya tidak bisa mengikuti. Pasien lama saya, kini datang lebih sering dari sebelumnya. Mereka khususnya mengeluh merasa seperti menua," lanjutnya. hay/G-1



(hay/G-1)
Redaktur : Aloysius Widiyatmaka

Komentar

Komentar
()

Top