Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wajib Tahu Penyebab Stunting pada Anak dan Cara Mencegahnya

📅 Senin, 31 Jul 2023, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wajib Tahu Penyebab Stunting pada Anak dan Cara Mencegahnya Doc: ANTARA/Irwansyah Putra
Ket. Warga membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi di posyandu di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (8/7/2021).

JAKARTA - Dokter spesialis anak dr. Galih Herlambang, Sp.A menjelaskan penyebab dari timbulnya risiko stunting pada anak dan kiat untuk mencegah gangguan pertumbuhan tersebut.

Stunting adalah kondisi perawakan pendek di mana panjang atau tinggi badan anak menurut usianya kurang dari -2.00 standar deviasi berdasarkan jenis kelamin yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi kronis dan berulang.

"Stunting merupakan masalah utama di malnutrisi anak, jadi ada 150 juta anak di usia balita yang mengalami stunting," kata Galih dalam sebuah acara webinar yang disiarkan di platform Zoom pada Sabtu (29/7).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting berkaitan dengan faktor kemiskinan, buruknya gizi dan kesehatan ibu hamil, penyakit atau infeksi berulang, dan pola asuh atau pemberian makan yang tidak sesuai.

Salah satu penyebab dari kondisi tubuh anak yang memiliki perawakan pendek adalah stunting di mana gangguan tersebut identik dengan postur tubuh yang pendek serta kurus.

"Stunting itu identik dengan pendek kemudian kurus, kalau pendek gemuk kemungkinan besar bukan stunting," ujar dokter spesialis anak dari RS. PKU Muhammadiyah Temanggung itu.

Galih menyebutkan penyebab risiko stunting pada anak antara lain kondisi kesehatan dan nutrisi ibu pada masa kehamilan, ibu hamil yang menderita anemia, pola asuh dan pemberian makan yang salah, serta asupan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat.

Selain itu, terdapat sejumlah penyakit kronis yang berkontribusi terhadap munculnya stunting antara lain prematuritas atau pertumbuhan janin terhambat, gizi buruk, alergi makanan atau susu sapi, dan kelainan metabolik bawaan.

Stunting memiliki berbagai dampak bagi anak. Mulai dari dampak pada pertumbuhan yaitu perawakan tubuh anak menjadi lebih pendek daripada rata-rata seusianya, berat badan yang kurang, dan komposisi tubuh tidak proporsional.

Kemudian terdapat dampak terhadap perkembangan yaitu mengganggu atensi atau pelancaran berpikir dan memori, kecerdasan dan skor IQ lebih rendah, proses perkembangan terlambat terutama pada usia 1-3 tahun, hingga masalah psikososial seperti cemas, depresi, serta kurang percaya diri.

Galih menjelaskan pencegahan stunting dimulai sedini mungkin yaitu dari masa remaja. Remaja perempuan yang sehat dan bahagia akan terhindar dari risiko stunting pada anaknya kelak.

Kemudian, untuk ibu hamil perlu mendapat nutrisi yang optimal dan hindari kehamilan saat mengidap anemia karena akan meningkatkan dua risiko pada bayi yaitu prematuritas dan berat badan lahir yang rendah.

Pencegahan lainnya adalah pemberian asupan nutrisi berupa inisiasi menyusui dini (IMD), air susu ibu, dan MPASI untuk bayi dibawah usia dua tahun. Sementara untuk balita dianjurkan memberikan asupan nutrisi yang baik dan cukup serta tindakan pencegahan penyakit.

Pemberian nutrisi yang baik dan cukup menjadi penting bagi proses pertumbuhan dan pencegahan stunting pada anak terutama ketika dua tahun pertama kehidupannya.

"Kalau mau memperbaiki anak dengan gangguan pertumbuhan, yang membutuhkan makanan terutama, adalah di dua tahun pertama ketika sudah lebih dari dua tahun akan sulit," kata Galih.

Galih juga menyampaikan sejumlah tindakan penanganan ketika menghadapi stunting yaitu melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mengevaluasi penyebab dan penanganan yang tepat.

Selain itu, anak perlu diberikan imunisasi untuk mencegah infeksi dan penyakit berat, asupan nutrisi atau zat gizi yang tepat dan benar sesuai usia, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.