Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Verstappen Kejar Hasil Sempurna di Monza

Foto : SIMON WOHLFAHRT / AFP

Pembalap Red Bull Racing asal Belanda, Max Verstappen, merayakan di atas podium setelah memenangkan Grand Prix Formula Satu Belanda di Sirkuit Zandvoort, di Zandvoort, Minggu (27/8).

A   A   A   Pengaturan Font

MILAN - Max Verstappen memiliki kesempatan mencetak rekor baru lainnya saat bersiap untuk Grand Prix Italia, akhir pekan ini. Pembalap Red Bull itu juga makin dekat menuju gelar juara dunia Formula 1 ketiga berturut-turut.

Verstappen sangat difavoritkan untuk memecahkan rekor sembilan kemenangan GP berturut-turut. Pekan lalu, dia menyamai juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, delapan kemenangan berturut-turut usai merebut podium pertama di Zandvoort.

Verstappen memuaskan penggemar tuan rumah di Grand Prix Belanda dengan kemenangan luar biasa. Hasil itu memperpanjang keunggulannya di puncak klasemen pembalap atas rekan setimnya di Red Bull Sergio Perez menjadi 138 poin.

Pembalap berusia 25 tahun ini tampaknya akan memecahkan rekornya sendiri dalam hal kemenangan dan poin dalam satu musim, masing-masing 15 dan 454, keduanya ditorehkan tahun lalu. Dia bisa memecahkan rekor kemenangan di sirkuit yang dijuluki "Kuil Kecepatan" di Monza. Verstappen menang dengan nyaman musim lalu meski start dari posisi ketujuh di grid karena penalti.

Kepala petugas teknis Red Bull, Adrian Newey, mengatakan bahwa Verstappen telah menjadi salah satu yang terhebat sepanjang masa, usai menang 11 dari 13 GP musim ini. "Sejak dia menjadi juara dunia tahun 2021, hal itu menghilangkan banyak tekanan. Kemampuan membalapnya menjadi jauh lebih baik," ujar Newey.

Dia benar-benar selaras. Tentang Max, seperti semua pembalap hebat lainnya, hampir mengendarai mobil secara otomatis. Red Bull nyaris tidak memiliki saingan musim ini. Penantang terdekat Verstappen adalah pembalap veteran Fernando Alonso. Tapi dia pun tertinggal 171 poin meskipun menjalani musim yang sangat mengesankan bersama tim Aston Martin.

Alonso mungkin tidak memiliki peluang untuk memenangkan gelar dunia ketiganya. Tapi penampilannya di Zandvoort menunjukkan bahwa mungkin kandidat terbaik untuk menghentikan Verstappen meraih kemenangan ke-12. Pembalap berusia 42 tahun itu tampil cemerlang di Belanda. Dia meraih posisi kedua dan podiumnya ke-11 musim ini.

Alonso tidak akan menghadapi kendala cuaca Italia utara. Balapan diperkirakan berlangsung dalam suhu nyaman dan langit cerah. Dia mencatatkan putaran tercepat akhir pekan lalu. Alonso mengatakan kepada timnya akan segera memenangkan balapan, setelah tertinggal 3,7 detik dari Verstappen.

Raihan posisi kedua oleh Alonso adalah podium pertama Aston Martin sejak pembalap Spanyol itu menjadi runner-up di Grand Prix Kanada bulan Juni lalu. Ketua tim Mike Krack sedang dalam suasana hati yang positif menuju Monza.

"Setelah semua podium paruh pertama musim, dan balapan lebih sulit, kini akhirnya di akhir pekan berhasil mendapat podium lagi. Itu luar biasa," ujarnya. Dia benar-benar ingin mencoba dan terus berjuang semaksimal mungkin dalam pertarungan ini.

Semua ke arah yang benar. Dia membuat langkah kecil di Spa dan akan membuat satu langkah lagi di sini. Kami juga perlu memastikannya di balapan berikutnya," tandasnya. Ferrari berharap untuk tampil lebih baik di depan pendukung tuan rumah. Hasil buruk akhir pekan lalu. Carlos Sainz berada di posisi kelima dan Charles Leclerc terpaksa mundur.

Leclerc finis di belakang Verstappen, meski start dari posisi terdepan di Monza tahun lalu. Dia kalah dalam strategi pit dan finis ketiga dua kali saat start dari posisi terdepan tahun 2023, di Azerbaijan dan Belgia. ben/AFP/G-1


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Benny Mudesta Putra, AFP

Komentar

Komentar
()

Top