Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Penanganan Wabah I Eijkman Tempatkan Penelitinya di PT Bio Farma

Vaksin Merah Putih Masuk Tahap Peralihan ke Industri

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font

Peralihan dari laboratorium ke industri melalui beberapa proses, salah satunya upscaling untuk bisa membiakkan bibit vaksin dalam jumlah besar.

JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan vaksin Merah Putih saat ini masuk tahap optimasi. Pada tahap ini, terjadi proses peralihan dari laboratorium ke industri untuk bibit vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Eijkman.

"Saat ini sedang dalam peralihan dari laboratorium ke industri. Ini sedang bolak-balik dari laboratorium ke industri," kata Amin saat dihubungi Antara, di Jakarta, Rabu (21/7).

Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform sub-unit protein rekombinan. Bibit vaksin tersebut diberikan kepada pihak industri yakni PT Bio Farma.

Dalam tahap optimasi itu, Eijkman telah menempatkan penelitinya di PT Bio Farma untuk menyiapkan bibit vaksin. Di Bio Farma, bibit vaksin tersebut akan dibiakkan.

"Prosesnya saat ini masih proses optimasi supaya apa yang dikerjakan di laboratorium kemudian bisa ditranslasikan di industri dengan kondisi-kondisi industri tentunya, kan berbeda dengan laboratorium," tuturnya.

Baca Juga :
Syarat Perjalanan

Di laboratorium, para peneliti mengerjakan bibit vaksin dalam skala yang kecil di tabung-tabung kecil atau botol-botol kecil. Sementara di industri skalanya jauh lebih besar sehingga masih pada tahap optimalisasi produk bibit vaksin pada bioreaktor industri yang membutuhkan berbagai penyesuaian.

Membutuhkan Waktu

Proses peralihan dari laboratorium ke industri itu membutuhkan waktu yang tidak singkat karena melalui beberapa proses, salah satunya upscaling untuk bisa membiakkan bibit vaksin dalam jumlah yang besar di industri. Di laboratorium, bibit vaksin dibiakkan dalam hitungan mililiter, misalnya 100 mililiter. Sementara di industri dalam jumlah puluhan liter dan mungkin ratusan liter.

"Nah, itu tidak selalu otomatis bisa diubah begitu saja, harus ada penyesuaian-penyesuaian. Kita harus mencari kondisi yang terbaik supaya vaksin itu tetap memenuhi persyaratan aman, efektif dan halal, tapi juga yield-nya (perolehan) cukup tinggi sehingga bisa diproduksi dengan ekonomis, itu sekarang sedang diupayakan," tutur Amin.

Amin menuturkan diharapkan uji klinis vaksin Merah Putih bisa dimulai pada akhir 2021 atau awal 2022, dan mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) pada pertengahan 2022. Amin mengatakan vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia tidak mengandung chip elektronik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menjalani vaksinasi. Vaksin Covid-19 berbentuk larutan jernih dan hanya mengandung bahan aktif seperti protein dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk menstabilkan dan mengawetkan vaksin tersebut.

Bahan aktif berfungsi untuk merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mampu melawan penyakit. Untuk bisa disuntikkan ke dalam tubuh maka bahan aktif tersebut harus diberikan dalam larutan yang disebut buffer atau larutan penyangga.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan penularan kasus harian infeksi SARS-CoV-2 di Indonesia bertambah 33.772 dan pasien yang sembuh mencapai 32.887 orang. Saat ini jumlah akumulatif warga yang terinfeksi virus korona tipe SARS-CoV-2 sejak awal pandemi Maret 2020 totalnya mencapai 2.983.830 orang hingga Rabu, pukul 12.00 WIB.

Sedangkan jumlah penderita Covid-19 yang telah sembuh pada hari ini bertambah 32.887 orang. Sehingga total penderita yang telah sembuh menjadi 2.356.553 orang, dengan penambahan paling banyak terjadi di DKI Jakarta mencapai 10.558 orang. n YK/ags/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top