Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Vaksin Booster Berbayar Rawan Disalahgunakan

Foto : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj

Tenaga medis menyuntikkan vaksin Sinopharm saat kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk ekspatriat di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/12/2021). Kegiatan itu diikuti oleh 49 orang ekspatriat atau warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia.

A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah harus menutup celah serapi mungkin agar opsi vaksinasi booster berbayar tidak disalahgunakan segelintir orang demi keuntungan pribadi. Misalnya tidak mendistribusikan jatah vaksin gratis ke vaksin berbayar hanya lantaran ada iming-­iming uang.

Minggu depan, tepatnya 12 Januari, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 booster atau dosis penguat antibodi akan dimulai. Vaksinasi untuk penguat sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan sasaran utama para tenaga kerja kesehatan. Sedangkan vaksinasi booster yang minggu depan akan dilaksanakan sasaran utamanya adalah warga lanjut usia (lansia) sebagai kelompok yang rentan masuk rumah sakit saat terpapar dan juga bergejala berat, bahkan meninggal.

Sebanyak 21 juta penduduk Indonesia masuk dalam sasaran kelompok vaksinasi booster, yaitu mereka yang berusia di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO).

Berbeda dengan vaksinasi-vaksinasi sebelumnya, yaitu vaksinasi dosis pertama maupun vaksinasi dosis kedua yang semuanya dilakukan tanpa memungut biaya, vaksinasi booster kali ini serentak dilakukan bersamaan untuk yang gratis maupun yang berbayar.

Vaksinasi booster gratis diadakan melalui subsidi pemerintah dan diberikan kepada masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI), khususnya kalangan lansia. Selain itu, ada peserta mandiri yang membayar sendiri, dibayar perusahaan atau orang lain untuk mendapatkan suntikan vaksin booster di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dengan kisaran tarif 300.000 rupiah per orang.

Ketentuan lainnya adalah menyasar kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70 persen suntik dosis pertama dan 60 persen untuk suntik dosis kedua vaksin Covid-19. Kemenkes telah mendata terdapat 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top