Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Ibadah Keagamaan - Jangan Putus Asa Hadapi Beragam Tantangan

Uskup Tanjung Karang: Paskah Momen Tumbuhkan Optimisme

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font

Umat Katolik hendaknya setia, salah satunya dengan mematuhi semua aturan dalam membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

BANDARLAMPUNG - Uskup Tanjung Karang Mgr Yohanes Harun Yuwono mengajak seluruh umat memaknai perayaan Paskah sebagai momen untuk bangkit dari keterpurukan dan menumbuhkan optimistis menghadapi semua tantangan, termasuk pandemi Covid-19.

"Perayaan Paskah kali ini mari kita memaknainya sebagai momen untuk bangkit kembali dari segala keterpurukan," kata Mgr Yohanes Harun Yuwono, di Bandarlampung, Minggu (4/4).

Mgr Yohanes mengatakan beragam tantangan dalam menjalankan kehidupan terus dirasakan seperti adanya pandemi Covid-19 dan beragam hal, dan umat diharapkan dapat terus menjalaninya dengan optimistis.

"Jangan pernah putus asa dalam menghadapi beragam tantangan dan rintangan," ucap Mgr Yohanes.

Atasi Covid-19

Mgr Yohanes meminta umat terus berkhidmat salah satunya dengan cara mematuhi semua aturan dalam membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Protokol kesehatan harus terus dijaga, lalu melihat kejadian akhir ini yang terjadi, umat diharapkan dapat terus menjaga kerukunan dan kedamaian," katanya lagi.

Menurut Mgr Yohanes, umat juga diminta untuk tidak terprovokasi dan tetap menyebarkan kasih kepada seluruh umat manusia.

"Jangan takut, bila kita berkehendak baik dan mengasihi semua pasti kebaikan pula yang akan menghampiri. Kita harus jaga kerukunan dan kedamaian dengan siapa pun," ujarnya.

Terpantau pelaksanaan ibadah Paskah di sejumlah gereja di Kota Bandarlampung pada Minggu (4/4) berjalan khidmat dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan masyarakat setempat.

Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (PGIW Sulselbara) Pendeta Adrie Massie mengemukakanpelaksanaan ibadah Paskah di berbagai gereja se-Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara berjalan aman dan lancar.

"Semua berjalan baik dan tidak ada yang mengganggu. Apalagi semua gereja di seluruh Indonesia dikawal dengan baik oleh aparat keamanan sejak Jumat lalu," ujarnya di Makassar, Minggu.

Dalam meningkatkan keamanan di gereja pada Hari Raya Paskah 2021, semua jemaat di setiap gereja didaftar dan diperiksa sebelum masuk ke area gereja. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya teror di tempat ibadah.

Hal ini terkait peristiwa teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu. Teror ini menewaskan dua orang pelaku bom dan 20 orang luka-luka.

Pelaksanaan ibadah Paskah di sejumlah gereja juga tetap melaksanakan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 dengan membatasi jumlah jemaat tidak lebih dari 30 persen kapasitas gedung.

"Suasananya baik semua, karena dianjurkan tidak boleh lebih 30 persen. Jadi semua mendaftar secara online atau via whatsapp dan ummat memang dianjurkan tinggal di rumah saja," ujarnya.

Pelaksanaan ibadah di gereja tidak dianjurkan bagi anak-anak dan lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. Sehingga lebih banyak gereja juga menggelar ibadah secara offline dan live streaming sekaligus.

Pendeta Adrie Massie juga mengapresiasi penjagaan ketat gereja oleh komunitas Lintas Iman yang datang membagikan bunga sebagai bentuk solidaritas. Bunga dibagikan ke jemaat Gereja Katedral Makassar dan pengguna jalan yang melintas di Monumen Mandala Makassar.

"Tentu ke depannya pengawalan di tempat-tempat ibadah, termasuk masjid dan gereja masih dicermati terus dan tetap akan dikawal," ujarnya.

Pastor Bastian A Sapang MSC mengatakan makna perayaan Paskah Yesus sesungguhnya adalah membawa kebahagiaan bagi umat. "Paskah adalah kenyataan. Kenyataan Yesus Kristus bangkit. Hanya Anak Allah yang mengalami kebangkitan. Sebagaimana hidup adalah nyata dan ini adalah kebahagiaan," kata Pastor Bastian saat Misa Paskah di Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Keuskupan Manado.

Paskah adalah sukacita karena Yesus Kristus menunjukkan dirinya sebagai Putra Allah. Dan apa yang didapat dengan sukacita adalah bahagia dan kebahagiaan itu kemerdekaan.

Bila bahagia, kata Pastor Paroki gereja tersebut, akan mengalami rasa bangga, rasa indah. Sebaliknya ketika tidak ada bahagia maka yang muncul adalah kesusahan.

Bahagia, katanya, karena keberadaan saat ini, bisa sekolahkan anak, bekerja sebagai petani dan lainnya. "Memang hidup mungkin serba sederhana tetapi terasa happy, mencintai yang dijalani saat ini, dan ketika ada peluang kita kejar, tetapi itu mampu mencukupi hidup kita," katanya.

Kebahagiaan juga ditunjukkan dengan memberi kepada orang lain di sekitar yang membutuhkan dengan memberi kepada sesama dengan tulus, maka akan beroleh rahmat dari Tuhan. "Kebahagiaan selalu hidup dalam diri kita, sehingga meskipun ada berbagai macam tuntutan dalam hidup kita, kita hadapi dengan sukacita," katanya.

Untuk itu, Pastor Bastian mengajak umat beriman menunjukkan apa yang ada dalam diri saat ini. "Jika kamu sebagai petani, tunjukkan benar-benar sebagai petani. Bila kamu sebagai pemuka masyarakat tunjukkan sebagai pribadi yang disegani. Jika kamu sebagai peternak, jadilah peternak terbaik. Tidak usah kita berharap menjadi pribadi yang lain dari profesi kita saat ini," katanya.

"Ketika kita tampil sebagaimana keberadaan yang sesungguhnya maka itulah kebahagiaan sesungguhnya. Apa yang kita dapatkan dengan sukacita itulah bahagia sebenarnya," kata Pastor Bas.

Pesta Paskah merupakan pesta terbesar dalam gereja Katolik karena Yesus mengalami kebangkitan seperti yang dikatakan Allah sendiri, "Dalam tiga hari Aku akan mendirikan Bait Allah. Ini menunjukkan bahwa dia adalah penyelamat umat manusia," katanya. Ant/N-3

(Ant/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top