Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Dampak Wabah I 57.707 Balita di Indonesia Terpapar Virus Korona

Tren Kasus Anak Terpapar Covid-19 Meningkat

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font

Orang tua harus bisa lebih menjaga anak-anak mengingat mereka memiliki kerentanan dan sangat mudah terpapar Covid-19.

JAKARTA - Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan terpapar Covid-19. Tren kasus Covid-19 pada anak cenderung meningkat. Anak-anak lebih mudah terpapar sebab belum memiliki kesadaran penuh akan bahaya Covid-19.

"Sekarang tren anak-anak lebih tidak aman dari Covid-19," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Hasto Wardoyo, pada acara pengakhiran program Pilihanku, di Jakarta, Selasa (22/6).

Berbeda dengan kelompok usia dewasa dan orang tua yang mengetahui bahaya Covid-19 sehingga mereka lebih mudah mengamankan diri. "Kita bisa mengambil kesimpulan awal bahwa orang tua lebih aman daripada anak-anak," jelasnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat per 20 Juni 2021, sebanyak 2,9 persen atau 57.707 balita di Indonesia terpapar Covid-19. Sementara, kasus Covid-19 pada anak usia 6-18 tahun mencapai 9,6 persen atau sekitar 191.031 kasus.

Diagnosis Masalah

Lebih jauh, Hasto menjelaskan, pihaknya mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo untuk menangani kasus Covid-19 bagi bayi, anak, dan ibu hamil. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendiagnosis masalah yang ada untuk tiga kelompok tersebut.

Khusus untuk anak, dia meminta para orang tua memiliki kesadaran. Orang tua harus bisa lebih menjaga anak mengingat anak memiliki kerentanan dan sangat mudah terpapar Covid-19.

"Fenomena ini kemudia di-publish untuk mengambil sebuah langkah bagaimana kluster-kluster keluarga, mengamankan anak-anak," ucapnya.

Hasto menambahkan anak yang terpapar Covid-19 berisiko terhambat tumbuh kembangnya. Menurutnya, tanpa ada penanganan serius, kondisi tersebut dapat merugikan Indonesia di masa mendatang.

"Untuk anak saat ini situasinya rentan untuk mereka bisa optimal baik fisik maupun kecerdasan. anak-anak yang terkena Covid-19, lebih memiliki kerugian jangka panjang daripada lansia," tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan kasus baru Covid-19 varian B16172 delta atau varian India telah tersebar dan ditemukan menginfeksi pasien di tiga daerah yakni Bangkalan, Bojonegoro, dan Sampang. Untuk terbanyak di Bangkalan, lalu Bojonegoro dan Sampang.

Herlin tidak menyebutkan secara rinci jumlah atau angka pasien di masing-masing wilayah, namun menekankan upaya memaksimalkan pencegahan di level hulu, atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Kami berharap, dengan upaya itu nanti di level hilir tidak kelabakan, sehingga rumah sakit juga tidak penuh seperti sekarang," kata Herlin.

Ia mengatakan, kondisi rumah sakit di Jatim tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) pada ruang Intensive Care Unit (ICU) sudah sangat tinggi, dengan menunjukkan angka 73 persen.

"Kami masih terus memantau sampai seberapa tinggi penambahan jumlah kasus. Sebab, teorinya jika BOR sudah di atas 60 persen, maka harus menambahi 30 persen tempat tidur, dan jika di atas 80 persen, harus menambah 40 persen tempat tidur dan rumah sakit lapangan," katanya.

Pemprov Jatim sebelumnya juga telah mengubah area kantor BPWS sisi Madura menjadi Rumah Sakit Lapangan, Bangkalan untuk merawat pasien Covid-19, karena lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

Pelaksana Harian Sekdaprov Jatim, Heru Thahjono mengatakan, pengubahan tersebut ditandai dengan penambahan kapasitas tempat tidur (bed) dan sejumlah fasilitas di area yang berlokasi di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Tak hanya itu, di area tersebut Pemprov Jatim juga akan menyediakan kafe gratis bagi para pasien, tempat olah raga, ruang rapat VIP, asrama tenaga kesehatan, dan tempat layanan administrasi.

Jumlah warga Indonesia yang sudah tuntas menjalani vaksinasi Covid-19 sebanyak 12,5 juta orang. Jumlah warga yang sudah mendapat dua suntikan vaksin bertambah 194.531 menjadi total 12.514.917 orang.

Demikian data yang disampaikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Jakarta, Selasa (22/6). Sedangkan penyuntikan dosis pertama vaksin Covid-19 hingga 22 Juni 2021 sudah dilakukan pada 23.789.884 orang, bertambah 524.111 orang dari hari sebelumnya. n ruf/SB/Ant/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara, Muhamad Ma'rup, Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top