Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi agar Efektif melalui Strategi Elektrifikasi dari EBT

📅 Kamis, 01 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Transisi Energi agar Efektif melalui Strategi Elektrifikasi dari EBT Doc: ANTARA/ARNAS PADDAA
Ket. Petani menggarap sawahnya di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Tolo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (27/11).

JAKARTA - Salah satu strategi transisi energi yang efektif di sektor kelistrikan melalui elektrifikasi yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT). Strategi elektrifikasi penting untuk menciptakan lebih banyak permintaan terhadap energi listrik sehingga peluang pasar untuk penggunaan EBT di sektor kelistrikan jadi lebih terbuka.

"EBT di sektor kelistrikan saat ini sulit masuk ke masyarakat karena telanjur biasa menggunakan energi fosil," kata Kepala Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sarjiya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/11).

Lebih jauh, Sarjiya menjelaskan soal sulitnya masyarakat menerima EBT di sektor kelistrikan. Hal itu terjadi karena masyarakat telanjur biasa menggunakan energi fosil berupa BBM maupun LPG, di samping karena pasokan energi dari pembangkit listrik yang ada saat ini melebihi kapasitas dan tidak terserap optimal oleh masyarakat.

Seperti dikutip dari Antara, Sarjiya mengatakan elektrifikasi merupakan proses penggunaan energi listrik pada aktivitas-aktivitas yang sebelumnya tidak menggunakan listrik. Salah satu contohnya melalui transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik atau penggunaan kompor listrik sebagai pengganti kompor gas.

Dalam upaya Indonesia bebas emisi dengan pemanfaatan sumber energi listrik, Chairperson Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Filda C Yusgiantoro, mengatakan realisasi kontribusi EBT dalam bauran energi nasional masih berada di bawah target yang ditetapkan berdasarkan rencana umum energi nasional (RUEN).

Menurut Filda, batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik masih mendominasi sebesar 66 persen, gas bumi 17 persen, dan EBT sebanyak 14 persen.

Sebelum pencapaian emisi nol karbon pada tahun 2060, diharapkan seluruh penyediaan listrik di Indonesia bisa bersumber dari EBT dan tidak lagi mengandalkan energi fosil sepenuhnya.

Kendaraan Listrik

Hal tersebut dapat dicapai melalui program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), memensiunkan PLTU hingga 2060 dengan beberapa regulasi, membangun penampungan energi dari EBT, serta melakukan program pengembangan hidrogen sebagai sumber energi bersih untuk sistem kelistrikan.

Founder & Principal Consultant CGEI, Bambang Sriyono, menyampaikan suatu tandon energi, yang perlu didukung dengan kecanggihan teknologi, modal, waktu, dengan memanfaatkan sumber energi listrik yang minim atau bahkan tanpa emisi di samping, masih ada keterbatasan pada kapasitas dan keluaran energi yang tidak selalu konstan.

Strategi elektrifikasi disebutkan memiliki tantangan baik teknis maupun non-teknis, seperti isu sosial dan politik. Pada transisi kompor LPG menuju kompor listrik misalnya, perlu dibuat produk kompor listrik yang kenyamanannya minimal setara dengan kompor LPG saat ini, baik dari aspek biaya maupun waktu yang diperlukan untuk memasak.

"Isu sosial atau kebiasaan di masyarakat ini harus jadi salah satu hal yang dipertimbangkan dalam program elektrifikasi," katanya.

Selain itu, elektrifikasi juga berkaitan dengan isu energiy equity dan energy security. Pada isu energy equity, energi seharusnya bisa diakses oleh siapa pun dan di mana pun dengan harga yang terjangkau.

Sementara energy security berarti bagaimana sebuah bangsa bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan energi, sehingga bisa meminimalkan ketergantungan pasokan energi dari bangsa lain. Dengan demikian, transisi energi fosil menuju energi baru terbarukan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Prancis Terguncang Kerugian...
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.