Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Tips Memasak Daging Kurban Agar Empuk Dan Tidak Bau

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pada waktu perayaan Idul Adha atau biasa juga dikenal sebagai Lebaran Kurban, memang identik dengan berbagai hidangan serba daging. Baik daging sapi ataupun daging kambing.

Jelas, jika daging sapi memiliki sifat yang lebih mudah diolah. Tidak dengan daging kambing, yang mana jika salah cara pengolahannya maka bau prengus, alias bau khas daging kambingnya tetap lekat menempel.

Tidak mau kan sudah berniat menyantap satai atau gulai kambing, namun ternyata daging kambing yang diolah masih meninggalkan bau prengus walaupun sudah dimasak? Lalu trik apa yang harus dilakukan agar daging kambing tak bau prengus?

Dalam rangkuman Koran Jakarta (19/7/2021) dari berbagai sumber cara pertama adalah dengan cara mencuci bersih dan teliti bagian daging kambing. Gunakan air mengalir untuk mencuci daging kambing, lalu khusus untuk bagian jeroan misalnya bagian usus di mana teknik cucinya pun spesial karena harus melibatkan bumbu rempah seperti bawang merah. Yakni dengan cara memasukkan bawang merah ke dalam usus sambil tetap dialiri air, lalu dorong bawang sampai ke ujung usus, dengan ini maka kotoran di bagian jeroan bisa terangkat dan jeroan menjadi bersih sehingga tidak menyisakan bau prengus.

Langkah selanjutnya adalah dengan menggunakan banyak bumbu rempah-rempah saat memasaknya, dengan tujuan agar aroma khas daging bisa dikalahkan oleh aroma dari banyak rempah-rempah yang dipakai. Apa saja bumbu rempah yang bisa digunakan? Jadi, mulai dari cengkeh, kayu manis, kembang lawang atau pekak, hingga kapulaga dengan metode sebelum diolah dengan bumbu memasak, daging bisa direbus terlebih dahulu agar baunya hilang sekaligus membuat tekstur daging menjadi empuk.

Nah! Soal penggunaan bumbu rempah ini, perhatikan juga apakah daging kambing mau diolah jadi hidangan manis atau jadi hidangan bercita rasa gurih. Untuk hidangan manis, pakai bumbu rempah seperti kayu manis, allspice (campuran kayu manis, pala, dan cengkeh), dan jahe. Lalu pakai rosemary, sage, lada hitam, dan timi untuk hidangan gurih. Jika tak mau repot, bisa gunakan bumbu sederhana yakni bawang putih atau air perasan lemon yang disebutkan juga bisa membantu mengurangi bau prengus pada kambing.

Setelah sudah mengetahui dengan jelas cara menghilangkan bau prengus pada daging kambing. Lalu seperti apa cara memasak yang tepat agar menghasilkan daging bertekstur empuk agar semakin enak dan nyaman saat disantap.

Jadi, sebagaimana dilansir Tasteofhome, Selasa (21/8/2018) ada delapan cara yang bisa dilakukan agar daging yang dimasak bisa empuk.

  1. Lunakan daging secara fisik : Untuk potongan keras seperti leher, lunakkan daging dengan cara dipukul-pukul dengan palu daging untuk memecah serat otot yang keras. Cukup pukul-pukul dengan ringan dengan menggunakan tepi kasar palu daging. Jika tak punya palu khusus daging, cara mudahnya ialah mencetak permukaan dalam pola crosshatch dengan pisau atau menggunakan garpu untuk menyodok lubang kecil ke dalam daging.
  2. Bumbu marinasi : Manfaatkan bumbu marinasi untuk melunakkan daging, misalnya dengan menggunakan bahan-bahan asam seperti jus lemon, cuka atau buttermilk yang mana tidak hanya menambah rasa tetapi juga memecah protein yang keras, memberi daging "pre-cook" sebelum akhirnya dipanggang. Namun, pastikan Anda tidak membiarkannya terlalu lama, cukup 30 menit hingga dua jam atau daging malah akan menjadi terlalu lunak dan lembek.
  3. Manfaatkan garam : Mau dimarinasi atau tidak, setidaknya pastikan untuk memberi garam pada daging sebelum memasak. Garam menarik keluar uap air dari dalam daging, memekatkan rasa dan menciptakan air asin alami. Tidak seperti bumbu perendam, kita dapat memberi garam pada daging hingga 24 jam.
  4. Letakkan di suhu ruangan : Trik ini penting untuk tipe daging sapi yang diberi makan rumput dan juga potongan daging tanpa lemak. Mengingat tidak banyak lemak pada potongan daging, maka idealnya biarkan daging diletakkan di suhu ruangan selama 30 menit sebelum memasak yang mana juga akan membuat daging matang lebih merata.
  5. Masak dengan cara low dan slow : Jika tipe daging yang dimasak adalah potongan daging yang keras dan berserat, maka sebaiknya teknik memasak yang diaplikasikan adalah slow-cooker. Masak daging setidaknya dalam kurun waktu empat jam atau lebih di dalam oven atau slow cooker.
  6. Temperatur suhu yang tepat : Memasak daging terlalu matang dapat membuat daging jadi kering tetapi daging yang kurang matang bisa sangat kenyal dan susah dikunyah. Jangan ragu untuk menggunakan bantuan alat seperti termometer daging instan. Disebutkan, untuk daging lunak seperti tenderloin, bisa dimasak di suhu 125 derajat Fahrenheit. Sedangkan untuk bagian daging yang lebih keras seperti brisket, harus dimasak di suhu 195 derajat Fahrenheit.
  7. Mengistirahatkan daging : Tidak peduli seberapa baik persiapan dan cara memasak , daging akhirnya bisa menjadi kering dan keras jika daging tidak diistirahatkan Aturan umum adalah ketebalan per menit lima inci untuk daging steak, atau sepuluh menit per pon untuk daging panggang. De ngan metode ini, juice di dalam daging bisa kembali masuk ke dalam daging bukan malah tumpah ke talenan.
  8. Potong berlawanan dengan arah urat : Semua potongan daging memiliki serat otot panjang yang melintasinya. Jika dipotong sejajar dengan serat otot, hanya akan membuat daging makin keras dan tidak nyaman untuk dikunyah. Maka dari itu, sebaiknya potonglah daging dengan garis melintang di atas serat-serat otot (berlawanan dengan arah urat) sehingga mereka mudah lepas dan mudah.


(ZAH/FBC)
Editor : Fiter Bagus
Penulis : Zulfikar Ali Husen

Komentar

Komentar
()

Top