Tiongkok Makin Agresif Investasi ke Indonesia
📅 Selasa, 18 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Jakarta, - Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok semakin agresif dalam menggelontorkan investasi di sektor kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho menyampaikan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok mengakibatkan Tiongkok agresif untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baterai kendaraan listrik.
“Sekarang Tiongkok sangat agresif untuk bisa masuk ke Indonesia,” ucap Toto dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait perkembangan industri baterai EV Indonesia dengan Komisi XII di Jakarta, Senin (17/2).
Seperti dikutip dari Antara, Toto menjelaskan bahwa agresivitas Tiongkok berusaha masuk ke Indonesia disebabkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memberikan tarif yang cukup signifikan terhadap produk-produk yang datang dari Tiongkok.
Dengan demikian, untuk menghindari tarif tersebut, Tiongkok berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baterai kendaraan listrik (EV) maupun baterai storage ke AS.
“Jadi contohnya, kalau dari Tiongkok, itu tarifnya ke AS hampir 40 persen untuk baterainya, tapi kalau di Indonesia, kemungkinan hanya 10 persen,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Toto, keunggulan tersebutlah yang dimiliki oleh Indonesia untuk menjadi basis produksi baterai, bukan hanya untuk Indonesia, melainkan untuk kebutuhan global termasuk AS.
Guna menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baterai EV, Toto menyampaikan perlunya bagi pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi untuk hilirisasi bahan baku baterai.
“Kami harus minta dukungan juga bagaimana secara regulasi, kami bisa memberikan prioritas untuk baterai-baterai yang sifatnya dari nikel, yang di Indonesia memiliki sumber dayanya langsung,” kata Toto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Toto menilai dukungan regulasi untuk baterai EV berbasis nikel dibutuhkan, sebab hampir 90 persen dari sekitar 40 ribu EV yang terjual di tahun 2024 berbasis litium, bukan nikel.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memajaki barang impor asal Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Tarif 10 persen dikenakan AS terhadap barang dari Tiongkok sebagai tambahan atas tarif yang sudah diberlakukan.
Bai Ming, wakil direktur International Institute for Marketing Research Kementerian Perdagangan Tiongkok, mengatakan bahwa babak baru perang dagang dua ekonomi terbesar dunia "sudah dimulai."
Menurut dia, tindakan balasan Tiongkok secara tepat menargetkan sektor-sektor penting di AS dan meminimalkan dampak perang dagang.
Emisi Gas Rumah Kaca
Lebih lanjut, Toto Nugroho mengatakan bahwa mengonversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik (EV) dapat mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), yang sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.
“Dengan adanya konversi dari mobil BBM ke EV itu, impor BBM kita akan turun,” ucap Toto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!