Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Sengketa Perbatasan

Tiongkok Kembali Lancarkan Provokasi di Ladakh

Foto : Istimewa

Barisan Tank - Barisan tank milik Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok berjejer di sebuah lapangan beberapa waktu lalu. Media dari India pada Selasa (2/2) melaporkan bahwa Tiongkok terus meningkatkan kekuatan di wilayah dekat perbatasan Tiongkok dan India di Ladakh timur.

A   A   A   Pengaturan Font

NEW DELHI - Walau telah dilangsungkan beberapa putaran perundingan antar komandan militer India dan Tiongkok untuk meredakan ketegangan di garis demarkasi aktual di Ladakh timur, namun upaya itu tak menghentikan Beijing untuk melanjutkan provokasi terhadap New Delhi.

Berdasarkan video yang ditayangkan pada Selasa (2/1), memperlihatkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People's Liberation Army/PLA) terus melanjutkan pengerahan kekuatan militer ke sebuah lokasi tak jauh dari garis demarkasi aktual.

"Konvoi pasukan Tiongkok beserta tank dan truk militer yang amat banyak terlihat berada tak jauh dari garis demarkasi aktual," lapor laman media Times Now.

Reporter Times Now yang bernama Srinjoy Chowdhury melaporkan bahwa militer Tiongkok telah mengerahkan sekitar 350 unit tank dekat perbatasan. "Beijing mengerahkan amat banyak tank tempur Tipe 99 tak jauh dari perbatasan India," lapor Chowdhury. "PLA menempatkan tank-tank itu di banyak lokasi di perbatasan seperti Despang Area dan South Bank," imbuh dia.

Sejak 5 Mei, pasukan India dan Tiongkok yang menjaga perbatasan telah bertikai di sejumlah wilayah di Ladakh timur. Pertikaian memuncak saat terjadi baku hantam mematikan di Lembah Galwan yang mengakibatkan 20 anggota pasukan India tewas. Sejak insiden itu, kedua negara telah melakukan 9 putaran perundingan dan hingga saat ini situasinya masih mandek.

Perundingan Maraton

Perundingan antara India dan Tiongkok terakhir kalinya digelar posko perbatasan Moldo, Ladakh timur, yang merupakan wilayah kekuasaan Tiongkok pada 24 Januari lalu. Perundingan maraton itu memakan waktu 16 jam dan berakhir pada 25 Januari dini hari.

Pertemuan itu berhasil membuat sebuah pernyataan bersama yang isinya pertemuan tingkat komandan militer itu berjalan secara positif, praktis dan konstruktif. Beberapa hari setelah perundingan maraton itu, Tiongkok mengatakan bahwa masalah sengketa perbatasan dengan India tak patut dikait-kaitkan dengan hubungan bilateral.

"Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar menekankan pentingnya hubungan Tiongkok-India menunjukkan pentingnya pihak India untuk mempererat hubungannya dengan Tiongkok. Kami menyetujui itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, dalam komentar yang diposting di situs Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

"Sementara itu, perlu saya tekankan bahwa masalah perbatasan tidak boleh dikaitkan dengan hubungan bilateral. Ini juga menjadi pelajaran penting melalui upaya kedua negara selama beberapa dekade terakhir untuk menjaga hubungan kita tetap maju," imbuh dia.

Saat berpidato di 13th All India Conference of China Studies, Menlu Jaishankar menegaskan bahwa hubungan baik antara New Delhi dan Beijing penting tidak hanya penting bagi kedua tetangga yang berbatasan, tapi juga penting bagi dunia. TimesNow/I-1



(TimesNow/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top