Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Konflik Kawasan I Pekan ini Diperingati 42 Tahun UU Hubungan AS dengan Taiwan

Tiongkok Kecam Delegasi AS

Foto : AFP/Taiwan’s Ministry of Foreign Affairs
A   A   A   Pengaturan Font

Ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok kembali meningkat setelah kedatangan delegasi AS ke Taipei, dimana pengiriman delegasi ini merupakan sinyal kuat dukungan AS untuk Taiwan.

TAIPEI - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, telah mengirimkan delegasi informal yang terdiri dari para mantan pejabat AS ke Taiwan pada Rabu (14/4). Pengiriman delegasi ini merupakan sinyal dukungan AS untuk Taiwan yang saat ini sedang menghadapi tekanan permusuhan yang semakin kuat dari Tiongkok.

Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah teritorialnya dan telah bersumpah untuk merebut kembali pulau itu pada suatu hari, mengecam langkah AS itu.

"Tiongkok telah mengajukan pernyataan tegas terhadap AS karena telah mengirimkan personel untuk mengunjungi Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, dalam konferensi pers harian.

Anggota delegasi AS yang dikirim ke Taiwan antara lain mantan Senator Christopher Dodd dan dua mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS yaitu Richard Armitage dan James Steinberg. Dalam tayangan televisi secara langsung memperlihatkan ketiganya telah mendarat di Taipei pada Rabu sore.

Rencananya anggota delegasi informal AS itu akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen pada Kamis (15/4). "Sekali lagi, kunjungan ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara Taiwan dan Amerika Serikat," kata juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Xavier Chang. "Sebuah hubungan kuat seperti batu," tegas Chang.

Saat ini sebanyak 23 juta populasi yang tinggal di Taiwan hidup di bawah ancaman invasi yang terus-menerus dari Tiongkok, yang menggunakan tekanan diplomatik, ekonomi dan militer untuk mempertahankan agar Taiwan tetap terisolasi di panggung dunia.

Setiap kali negara asing mengirim delegasi atau mempertahankan kontak dengan Taiwan akan membuat berang Beijing.

Selama setahun terakhir, ancaman serangan dari Tiongkok kian meningkat. Beijing bahkan hampir setiap hari mengirimkan jet tempur dan pesawat bomber berkemampuan nuklir melanggar zona pertahanan udara Taiwan. Pada Senin (12/4), Tiongkok membuat rekor dengan mengirimkan 25 pesawat militer menembus zona pertahanan Taiwan.

Peringatan Hubungan

Washington DC secara diplomatis mengakui klaim Beijing atas Taiwan sejak 1979. Walau begitu, AS tetap mempertahankan hubungan dengan Taipei dan terikat oleh komitmen untuk menjual senjata pertahanan ke Taiwan serta komitmen untuk menentang setiap upaya Tiongkok untuk menguasai Taiwan dengan paksa di masa depan.

Delegasi informal AS itu datang ke Taiwan bertepatan dengan peringatan 42 tahun berlakukannya Undang-Undang Hubungan dengan Taiwan pada pekan ini yang turut diteken oleh Biden semasa ia masih menjadi seorang senator muda AS.

Selain itu pengiriman delegasi itu terjadi setelah pada Jumat (9/4) pekan lalu Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka mengeluarkan pedoman baru yang memungkinkan pejabat AS untuk lebih mudah bertemu dengan mitra mereka dari Taiwan.

Pendahulu Biden yaitu mantan Presiden Donald Trump, juga meningkatkan kontak dan kunjungan pejabat AS ke Taiwan saat hubungan antara Washington DC dan Beijing memburuk karena sejumlah masalah.

Kekhawatiran AS tentang Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, telah menjadi masalah bipartisan di Washington DC dan Biden telah mempertahankan garis keras terhadap Beijing terkait rekor buruk soal hak asasi manusia dan ancamannya terhadap Taiwan.

Sementara itu Presiden Biden secara gamblang menyatakan bahwa ia ingin bekerja sama dengan Tiongkok untuk tujuan umum seperti perubahan iklim. Untuk tujuan itu, utusan iklim AS, John Kerry, rencananya akan mengunjungi Tiongkok pada akhir pekan ini.

"Kami tentu saja memiliki banyak ketidaksepakatan dengan Tiongkok mengenai beberapa masalah utama, tapi mengenai isu iklim harus berdiri sendiri," pungkas Kerry kepada CNN. SB/AFP/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top