Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, soal Antisipasi Kekeringan

Tidak Ada Kekurangan Pasokan Air

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan puncak musim kemarau di DKI Jakarta diperkirakan terjadi hingga September 2019. Kondisi ini berpotensi terjadinya kemarau ekstrem, sehingga masyarakat diimbau lebih menghemat air dari biasanya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, reporter Koran Jakarta, Peri Irawan, mewawancarai Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, di Jakarta, Minggu (7/7). Berikut petikannya.

Bagaimana pasokan air bersih di saat musim kemarau seperti sekarang?

Pertama kan kita lihat bagaimana air bakunya. Sumber air kita itu, 81 persen dari Jatiluhur. Apakah di Jatiluhur ada persoalan atau tidak. Kita lihat tren Januari sampai Juli bagaimana. Saat ini, level air di Jatiluhur masih aman. Untuk minimumnya kan, jati luhur itu pada level 87,5 meter di atas permukaan laut (MDPL). Saat ini masih diangka 102 MDPL.

Perbandingan dengan musim kemarau tahun lalu bagaimana?

Kalau kita lihat dengan tahun 2018, pola kering Jatiluhur ini masih di atas tahun 2018. Semoga tahun ini tidak ada deviasi yang terlalu begitu besar dari 2018. Kalau kita lihat di 2018, pada bulan November yang paling rendah elevasinya, waktu itu hampir mendekati 87,5 MDPL. Berada di kisaran 90-an MDPL. Jadi masih oke ya.

Jadi kebutuhan air di Jakarta tergantung Jatiluhur?

Inilah air baku kita, 16,8 ribu liter per detik itu berasal dari Jatiluhur. Kalau beberapa tahun lalu, elevasi Jatiluhur hampir mendekati ambang batasnya. Kita adakan hujan buatan di hulu agar tidak sampai pada level terbawah.

Adakah pasokan air lain selain dari Jatiluhur?

Suplai terbesar kedua adalah dari Sungai Cisadane, Tangerang, itu mencapai sekitar 2.875 liter per detik. Saat ini pasokannya masih normal. Teman-teman penyuplai air baku di Tangerang ini memastikan pasokan tidak ada masalah.

Apakah sumber internal itu memiliki kualitas yang baik?

Yang ada kejadian ini di Krukut itu memang masalah kualitas. Sehingga terjadi penurunan untuk melakukan pengolahan karena kualitasnya di atas ambang. Saat ini, saya pastikan tidak ada kekurangan pasokan untuk masyarakat.

Upaya antisipasi apa yang Anda lakukan saat musim kemarau ini?

Ya, kita imbau agar penggunaan air itu dihemat. Kan normalnya, kebutuhan air untuk setiap orang itu sekitar 150 liter per orang per hari. Kalau kondisi emergency itu, kebutuhan air hanya 30 liter per orang per hari. Itu kebutuhan minimal manusia. Ya kita masyarakat untuk lebih berhemat.

Lalu, adakah upaya untuk peningkatan pengolahan air baku saat musim kemarau?

Kita akan memanfaatkan sumber-sumber air yang secara kualitas ada di atas ambang batas, tapi dengan adanya teknologi, kita bisa mengolahnya. Tahun ini kita rencanakan mengolah air di Mookevart, paling tidak menambah 10 liter per detik. P-5


Redaktur : M Husen Hamidy

Komentar

Komentar
()

Top