Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Setop Diskursus Pilpres

Foto : ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Lukas/Handout/wsj

Presiden Joko Widodo menghadiri acara peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2021). Dalam arahannya, Presiden mendorong perencanaan yang adaptif dan manfaatkan Iptek.

A   A   A   Pengaturan Font

Kekuasaan Presiden Joko Widodo memang harus berakhir pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan perundang-undangan di mana seorang presiden negeri ini maksimal berkuasa dua periode.

Meski orang-orang lingkaran partai pendukung pemerintahan terus berupaya mendorong Jokowi agar mau memimpin tiga periode, yang bersangkutan berkali-kali menegaskan tidak berminat dan tidak akan maju dalam pilpres 2024. Sebab dia teguh memegang amanat reformasi.

Dengan demikian, pada Pilpres 2024 nanti tidak akan ada petahana. Nah peluang inilah yang belakangan mulai dimainkan cukong-cukong, belantik-belantik, dan petualang-petualang politik. Dengan berbagai cara, mereka mulai memasang-masangkan sejumlah kandidat pilpres/wapres 2024.

Bahkan orang-orang yang bernafsu kekuasaan mulai bergerilya dengan menemui berbagai tokoh. Mereka membungkus nafsu kuasa dengan berbagai dalih. Padahal masyarakat tidak bodoh lagi. Rakyat sudah dapat membaca gerak-gerik para pengejar kekuasaan tersebut. Malahan diakui atau tidak, gontok-gontokan itu secara halus sudah ditampilkan.

Langkah-langkah pengejar kekuasaan dan gerilya para bandar politik ini harus disudahi dulu. Mengapa? Sebab semua itu hanya membuang-buang energi bangsa dan rakyat. Sebab saat ini persebaran Covid 19 sedang merebak luar biasa.

Baca Juga :
Vaksin mRNA-1273

Semua energi harus difokuskan ke pemberantasan Covid. Temu politik - meski dibungkus dengan agenda lain - membuat pejabat tidak fokus memberantas persebaran Covid. Untuk itu, sudah waktunya diskursus tentang Pilpres 2024 dihentikan!!!

Energi harus dikembalikan memberantas Covid dan membangun perekonomian rakyat. Dua tugas pokok ini tak bisa disambi kampanye diri terselubung pencapresan.

Rakyat lebih membutuhkan kerja-kerja dua hal tersebut daripada gerilya politik untuk Pilpres 2024. Elite-elite partai jangan menutup mata terhadap masalah bangsa ini dengan hanya memikirkan diri demi 2024. Bahkan kalau pemimpin gagal kerja dalam tiga tahun ini, mustahil dipilih rakyat jadi presiden, walau kampanye terus.

Sebaliknya, pemimpin yang sukses mengatasi Covid dan membangun ekonomi rakyat, akan dipilih jadi orang nomor satu negeri ini, walau tidak berkampanye.

Kampanye terbaik adalah bekerja yang serius dan berhasil. Jadi, jangan pandai berkata-kata atau ngeles kegagalan dengan berbagai alasan.

Kondisi akan lebih fatal bila banyak kampanye, tetapi pekerjaan sekarang gagal total.

Baca Juga :
Nasionalisme Vaksin

Dengan kata lain, keberhasilan kerja tiga tahun ini memberantas Covid dan membangun perekonomian rakyat akan menjadi tiket menuju Pilpres 2024.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Aloysius Widiyatmaka

Komentar

Komentar
()

Top