Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Sentimen "Tapering" Masih Membayangi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah meskipun dollar AS sedikit terkoreksi. Pasalnya, pelemahan dollar AS pada akhir pekan WIB tersebut karena faktor teknikal menyusul kenaikan empat hari berturut-turut.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,06 persen menjadi 93,5024. Dollar AS telah terapresiasi dalam empat sesi berturut-turut pekan lalu karena pelaku pasar mencari keamanan di tengah kebangkitan infeksi Covid-19.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (22/8) sore, ditutup terkoreksi dipicu sentimen tapering bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,35 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.453 rupiah per dollar AS. "Rupiah hari ini melemah cukup signifikan karena memang dampak dari sinyal tapering oleh The Fed," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Menurut Rully, hampir semua mata uang negara berkembang melemah terhadap dollar AS akibat pelaku pasar berekspektasi pengetatan stimulus atau tapering mulai dilakukan oleh bank sentral AS pada tahun ini. "USD indexnya juga naik signifikan. Jadi dapat disimpulkan memang lebih banyak faktor global yang berpengaruh," ujar Rully.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19 tampaknya tak meminimalisir pelemahan rupiah. "Penurunan kasus harian Covid-19 tidak mampu menahan sentimen sinyal tapering," katanya.




Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Muchamad Ismail, Antara

Komentar

Komentar
()

Top