Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Pengelolaan Anggaran

Semester II, Pembiayaan Investasi BUMN Capai Rp42,4 T

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan rencana pembiayaan investasi untuk BUMN dan Lembaga Lainnya akan direalisasikan sebesar 42,4 triliun rupiah pada semester II-2021 dalam APBN 2021 untuk penyelesaian infrastruktur strategis sekaligus membantu mendorong pemulihan ekonomi.

"Kami akan terus meminta Menteri BUMN untuk meninjau pembiayaannya dan kami akan memberikan Penyertaan Modal Negara ini sebijaksana mungkin," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Banggar DPR RI, di Jakarta, Senin (12/7).

Ia memerinci, pembiayaan investasi akan diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar 6,2 triliun rupiah untuk pembangunan tiga ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 66 kilometer dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 212.935 orang, untuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) senilai 2,3 triliun rupiah dalam dukungan pembiayaan KPR sejahtera bagi MBR dengan target 157.500 unit, dan kepada kepada Kawasan Industri Terpadu Batang sebesar 1 triliun rupiah.

Kemudian, kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebesar 5 triliun rupiah untuk infrastruktur transmisi listrik gardu induk dan distribusi listrik pedesaan, untuk pembangunan fasilitas pembangunan kapal selam PT PAL Indonesia (Persero) 1,3 triliun rupiah, kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) 5 triliun rupiah, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) 500 miliar rupiah, serta kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) 20 triliun rupiah untuk penguatan industri asuransi dan penyelesaian Jiwasraya.

Pemanfaatan PEN

Tak hanya dari APBN, Sri Mulyani mengatakan, akan terdapat rencana tambahan pembiayaan investasi pada semester II 2021 yang diambil dari pemanfaatan cadangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar 32,9 triliun rupiah dan pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) yakni 6,9 triliun rupiah.

"Dengan demikian neraca BUMN bisa sehat dan tetap melaksanakan fungsi pembangunan," ujarnya.

Dari pemanfaatan cadangan PEN, pembiayaan investasi akan diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) 9 triliun rupiah untuk melanjutkan penyelesaian empat ruas JTTS, Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (INA) 15 triliun rupiah, PT Waskita Karya (Persero) 7,9 triliun rupiah, dan Badan Bank Tanah 1 triliun rupiah untuk modal awal.

Sementara dari pemanfaatan SAL akan diberikan kepada PT Hutama Karya 10 triliun rupiah untuk melanjutkan penyelesaian sembilan ruas JTTS dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) 6,9 triliun rupiah guna mendukung penyelesaian pembangunan infrastruktur perkeretaapian.


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top