Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Perlindungan Anak I Secara Global, 333 Juta Anak Hidup dalam Kemiskinan Ekstrem

Sekitar 1,4 Miliar Anak di Dunia Tidak Punya Perlindungan Sosial

Foto : ISTIMEWA

NATALIA WINDER ROSSI Direktur Global Kebijakan Sosial dan Perlindungan Sosial UNICEF - Pada tingkat kemajuan saat ini, pencapaian target kemiskinan dalam ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’ masih di luar jangkauan. Ini tidak bisa diterima.

A   A   A   Pengaturan Font

» Mengakhiri kemiskinan anak adalah pilihan kebijakan yang harus dibuat oleh pemerintah.

JENEWA - Berdasarkan data dari dua lembaga yakni Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) dan badan amal Inggris Save the Children, pada Kamis (15/2), menyebutkan sedikitnya 1,4 miliar anak di seluruh dunia di bawah usia 16 tahun tidak memiliki perlindungan sosial apa pun. Hal itu menyebabkan anak-anak tersebut rentan penyakit, gizi buruk, dan kemiskinan.

Data tersebut dikumpulkan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan Save the Children.

Disebutkan, di negara-negara berpendapatan rendah, bahkan kurang dari satu dari 10 anak mempunyai akses terhadap tunjangan anak. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan cakupan yang dinikmati oleh anak-anak di negara-negara berpendapatan tinggi.

"Secara global, terdapat 333 juta anak yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, berjuang untuk bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari 2,15 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 33.565 rupiah per hari, dan hampir satu miliar anak hidup dalam kemiskinan multidimensi," kata Direktur Global Kebijakan Sosial dan Perlindungan Sosial UNICEF, Natalia Winder Rossi.

"Pada tingkat kemajuan saat ini, pencapaian target kemiskinan dalam 'Tujuan Pembangunan Berkelanjutan' masih di luar jangkauan. Ini tidak bisa diterima," kata Rossi seperti dikutip dari Antara.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top