Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Sadar Protokol Kesehatan

Sadar Protokol Kesehatan
Foto : ANTARA/M Risyal Hidayat
A   A   A   Pengaturan Font

Satu lagi tempat wisata air disegel. Selain ditutup sementara, tempat wisata yang berada di perumahan elite di Kota Bogor itu juga dijatuhi sanksi denda karena melanggar aturan protokol kesehatan pada libur panjang menyambut tahun baru Imlek lalu.

Pada Minggu (14/2), pengunjung membeludak karena ada potongan harga tiket masuk. Akibatnya, wahana Kolam Ombak yang menjadi andalan tempat wisata tersebut penuh dengan manusia, tanpa ada jaga jarak dan pelaksanaan protokol kesehatan lainnya.

Videonya pun langsung viral. Pihak manajemen mengeles bahwa jumlah pengunjung biasa-biasa saja, tidak membeludak. Kerumunan hanya terjadi di salah satu kolam yang dinamakan Kolam Ombak yang menjadi favorit di tempat wisata tersebut.

Pelanggaran protokol kesehatan di tempat wisata air seperti yang terjadi di Bogor tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Sebulan lalu, pelanggaran protokol kesehatan berupa kerumunan manusia juga terjadi di tempat wisata air di Cikarang, Bekasi. Penyebabnya pun hampir sama, salah satunya karena ada diskon tiket masuk besar-besaran yang dijual secara online.

Setelah kejadian itu, bagai mendapat energi baru, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menutup 18 tempat hiburan malam dan wisata kuliner yang terbukti melanggar ketentuan protokol kesehatan. Bahkan, ada satu tempat hiburan yang ditutup permanen karena dinilai tidak memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Sebenarnya, kejadian-kejadian pelanggaran protokol kesehatan seperti yang terjadi di Bogor dan Bekasi tersebut tidak perlu terjadi bila semua pihak sadar bahwa virus Covid-19 bisa menular di mana dan kapan saja, terlebih jika kita tidak mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kita semua menderita. Pandemi ini benar-benar membatasi pergerakan semua orang. Hidup dengan pergerakan yang terbatas benar-benar membosankan. Maka tidak heran, begitu ada libur panjang, warga memanfaatkannya untuk refreshing. Apalagi ada diskon tiket masuk besar-besaran. Inilah liburan murah yang tidak boleh dilewatkan. Tapi, itu semua bukan menjadi alasan diabaikannya protokol kesehatan, yaitu memakai makser, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Begitu juga bagi pengusaha tempat hiburan. Liburan panjang adalah kesempatan emas untuk meraup uang sebanyak-banyaknya. Sudah hampir setahun hidup mereka kembang kempis karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Memberikan diskon besar-besaran supaya pengunjung banyak yang datang pasti, minimal bisa memperpanjang napas, tempat wisata tersebut bisa terus beroperasi dan para pegawai tetap memperoleh penghasilan. Sayangnya, mereka lupa menerapkan protokol kesehatan. Ini jauh lebih berbahaya dibanding berkurangnya penghasilan perusahaan. Pembiaran pelanggaran protokol kesehatan bisa mempercepat penularan Covid-19, bisa memperpanjang pandemi, dan yang paling mengkhawatirkan bisa mengancam nyawa kita semua.

Kita tidak bisa terlalu berharap pemerintah menangkap basah para pelanggar protokol kesehatan, tetapi kita sendiri yang harus sadar bahwa pelaksanaan protokol kesehatan adalah salah satu cara mempercepat pandemi ini berlalu.

(ril/P-4)
Redaktur : Khairil Huda

Komentar

Komentar
()

Top