Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Dukung Pendekatan Asean

📅 Rabu, 07 Jul 2021, 05:52 WIB | Oleh:
Russia Dukung Pendekatan Asean Doc: AFP/YURI KOCHETKOV
Ket. Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov

JAKARTA - Russia sangat mendukung upaya diplomatik Asia Tenggara untuk mengakhiri krisis di Myanmar dan telah menyampaikan pesan serupa kepada para pemimpin militer negara itu. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, saat berkunjung ke Jakarta, Selasa (6/7).

"Konsensus lima poin yang disepakati oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean) harus menjadi patokan agar situasi krisis bisa diselesaikan," kata Menlu Lavrov.

"Saat kami berbicara dengan pemimpin dan petinggi militer Myanmar, kami mendukung posisi Asean yang menurut pandangan kami harus dipertimbangkan sebagai patokan untuk menyelesaikan krisis ini dan membawa situasi kembali normal," imbuh dia.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, mengatakan bahwa selama kunjungannya di Jakarta, Menlu Lavrov akan mengadakan pembicaraan secara virtual dengan para menlu negara anggota Asean lainnya.

Pernyataan Menlu Lavrov itu amat penting karena adanya kedekatan antara Russia dan militer Myanmar, ketika kekuatan global utama memberikan sanksi kepada bisnis dan para pemimpin di Myanmar serta menyerukan larangan global atas penjualan senjata ke negara itu.

Myanmar berada dalam krisis sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Kudeta itu memicu kemarahan nasional yang dengan berubah menjadi aksi protes dan pemogokan yang ditumpas secara brutal oleh pasukan keamanan.

Saat ini situasi krisis di Myanmar nyaris berubah menjadi konflik perang sipil setelah terjadi beberapa pertempuran antara tentara dan milisi yang baru terbentuk di beberapa daerah dan pertempuran initelah membuat puluhan ribu orang mengungsi.

Akui Junta

Meskipun pemimpin junta, Min Aung Hlaing, menyetujui rencana perdamaian Asean yang dicapai pada April lalu, militer tidak menunjukkan itikad untuk menindaklanjutinya dan malah mengulangi rencananya sendiri yang sama sekali berbeda agar bisa memulihkan ketertiban dan demokrasi.

Upaya Asean bagi menyerukan dialog antara semua pihak, penunjukan utusan khusus, akses kemanusiaan yang lebih besar dan diakhirinya kekerasan di Myanmar ini telah membuat negara-negara anggota blok yang paling vokal seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura, frustrasi oleh kurangnya tindakan oleh militer.

Walau telah menyatakan keprihatinan tentang kekerasan, Russia adalah salah satu dari sedikit negara yang telah mengakui junta.CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.