Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Penanganan Wabah I Panglima TNI Kirim Tenaga Kesehatan Tambahan

Ruang ICU dan Ventilator di Surabaya Habis Terpakai

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk antisiapasi kenaikan BOR rumah sakit, Pemprov Jatim membuka Rumah Isolasi Orang Tanpa Gejala di area Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

SURABAYA - Kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya dilaporkan terus meningkat. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim, mencatat, akibat lonjakan kasus pasien bergejala, tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) RS di Surabaya telah mencapai di atas 90 persen. Ruang ICU dan ventilator sudah habis terpakai.

"Dari laporan delapan korwil, BOR rata-rata sudah di atas 60 persen, bahkan di Surabaya di atas 90 persen. Ruang ICU dan ventilator sudah penuh, sudah tidak ada kalau cari," kata Ketua Persi Jatim, Dodo Anando saat dihubungi, di Surabaya, Minggu (27/6).

Dodo menjelaskan meskipun masyarakat yang membutuhkan perawatan bisa mencoba mencari ruang ICU atau alat bantu pernapasan ventilator di kota-kota sekitar Surabaya, namun kondisi rumah sakit di sekitar Surabaya juga sudah mulai kewalahan.

"Dari Malang dilaporkan sudah 70 persen, Lamongan juga tinggi, dikhawatirkan nanti sampai di sana tidak dapat. Sebaiknya yang positif tetapi hanya OTG isolasi mandiri di rumah, tapi tetap lapor ke puskesmas agar dipantau," tuturnya.

Dia mengingatkan, jika tren lonjakan kasus Covid-19 semakin tidak terkendali, maka rumah sakit-rumah sakit akan 'tumbang' atau mengalami collapse.

"Kalau semakin tidak terkendali akan sangat mungkin rumah sakit collapse. Karena itu kuncinya adalah pencegahan di hulu. Saya titip agar masyarakat benar-benar ketat menjaga diri, jangan keluar rumah kalau tidak mendesak," tegasnya.

Buka Rumah Isolasi

Secara terpisah, untuk antisiapasi kenaikan BOR rumah sakit,Pemprov Jatim membuka Rumah Isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) berkapasitas 168 bed di area Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Fasilitas tersebut diampu oleh 4 orang dokter, 8 perawat, dan 4 analis.

"Karena saat ini semua rumah sakit, BOR-nya sudah mencapai 90 persen, maka layanan isolasi OTG di Asrama Haji ini menjadi solusi atas lonjakan kasus Covid-19 saat ini, termasuk di luar kasus positif PMI," kata Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono.

Sementara itu, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menerapkan kebijakan Surat Izin Perjalanan atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi setiap orang yang bekerja atau beraktivitas, dan tinggal di luar daerah maupun sebaiknya.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto menyampaikan, kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Surabaya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) di Surabaya.

"Setiap orang yang beraktivitas di Surabaya yang tinggal di luar daerah wajib memiliki print out surat izin perjalanan atau SIKM yang diterbitkan oleh camat tempat domisili. SIKM berlaku hingga tujuh hari," kata dia.

Dia menjelaskan pelanggaran terhadap ketentuan teknis pelaksanaan PPKM mikro oleh perseorangan dan atau pemilik/pengelola usaha dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jika melanggar aturan PPKM Mikro, mereka akan mendapatkan sanksi administratif," pungkas dia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya segera mengirimkan tenaga kesehatan tambahan di tiga fasilitas kesehatan yakni Wisma Atlet, Rusun Nagrak, dan Rusunawa Pasar Rumput.

"Saya akan segera mengirim tenaga kesehatan tambahan dari TNI dan juga Polri yang kemudian dibagi ke tiga tempat tersebut," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Panglima TNI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rusun Nagrak yang merupakan tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Cilincing, Jakarta Utara. Pelaksanaan tindakan kesehatan di Rusun Nagrak merupakan bagian dari satelitnya Wisma Atlet, untuk fasilitas kesehatan dan peralatan rujukannya adalah Kodam Jaya dan BNPB.

Dalam sidak tersebut Panglima TNI menanyakan permasalahan yang dihadapi tenaga kesehatan yang bertugas di Rusun Nagrak. Nantinya, Menteri Kesehatan, Kapolri dan Kepala BNPB segera mencari solusinya. n SB/YK/Ant/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top