Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Hubungan Bilateral

RI-Inggris Perkuat Kerja Sama Atasi Pandemi

Foto : Dok Kemlu RI

Pertemuan Menlu l Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi (kanan) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, di Jakarta, Rabu (7/4). Menlu Inggris berada di Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19 dan memberantas terorisme.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Indonesia dan Inggris sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19 dan memberantas terorisme. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Forum Kemitraan ke-3 RI-Inggris yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Rabu (7/4).

Dalam pertemuan, Menlu RI menggarisbawahi bahwa Inggris sebagai mitra strategis Indonesia dan menegaskan kerja sama Indonesia-Inggris bukan saja bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga bagi dunia.

Terkait kerja sama bilateral, Menlu Retno menyampaikan tiga prioritas yaitu (1) penguatan kemitraan di bidang kesehatan. Inggris yang juga merupakan salah satu sumber vaksin Covid-19 dan mitra untuk mengembangkan kerja sama di bidang ini melalui riset dan pengembangan serta kolaborasi produksi vaksin.

"Kerja sama kesehatan sangat penting untuk membangun ketahanan industri kesehatan. Solidaritas dan kerja sama merupakan kunci untuk keluar dari pandemi ini," kata Menlu RI.

Selain itu, Menlu RI juga menekankan pentingnya peran Inggris dalam memperkuat multilateralisme vaksin. Di tengah meningkatnya nasionalisme vaksin di banyak negara, Indonesia dan Inggris sepakat untuk mendorong akses yang setara terhadap vaksin.

Prioritas lainnya (2) yaitu soal upaya percepatan pemulihan ekonomi. Inggris merupakan mitra ekonomi penting Indonesia, yaitu sebagai investor terbesar kedua dan mitra dagang terbesar kelima di Eropa. Kedua menlu membahas upaya peningkatan perdagangan kedua negara yang pada 2020 nilainya sebesar 2,24 miliar dollar AS.

Terkait hal ini, telah disepakati untuk memajukan 10 sektor prioritas, termasuk komoditas kayu dan pertanian. Dalam konteks ini, rencana penandatanganan MoU on Joint Economic and Trade Committee pada 19 April diharapkan dapat mempercepat realisasi sektor-sektor prioritas tersebut.

"Saya juga mengangkat kembali concern Indonesia terhadap usulan legislasi baru di Inggris yang mensyaratkan due diligence terhadap komoditas pertanian kita. Terkait hal ini, saya harap kedua negara dapat bekerja bersama untuk mengatasinya, termasuk melalui kelompok kerja bersama di bidang komoditas pertanian," kata Menlu Retno.

Mou Keamanan

Sedangkan prioritas terakhir (3) yaitu soal penguatan kerjasama pertahanan dan keamanan. Melalui penandatanganan MoU on Counter Terrorism akan mempererat kerjasama kedua negara di bidang keamanan. Sementara upaya peningkatan kerja sama pertahanan antara lain dilakukan dengan penyelenggaraan Joint Defense Cooperation Dialogue.

Selain kerja sama bilateral, kedua menlu juga membahas isu-isu internasional seperti isu Myanmar, situasi di Timur Tengah dan di kawasan Indo-Pasifik, persiapan Inggris menjadi tuan rumah COP-19 dan presidensi Indonesia di G20, serta soal perubahan iklim. I-1

(ils/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top