Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Penanganan Wabah I Masyarakat Diminta Tingkatkan Protokol Kesehatan

Remaja yang Rentan Harus Diprioritaskan Divaksin "Booster"

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font

Jumlah Covid-19 mingguan di pekan ini 38.000 lebih, sangat tinggi jika dibandingkan dengan awal Juni 2022 yang hanya 2.000 kasus.

JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan kalangan remaja rentan harus menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis penguat atau booster.

"Seandainya dosis terbatas, utamakan kelompok rawan yang punya komorbid atau kondisi tubuh lainnya. Mungkin difabel, autis, termasuk kondisi anak obesitas," kata Dicky Budiman yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (5/6). Seperti dikutip dari Antara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengizinkan vaksinasi booster kepada anak usia 16-18 tahun.

Menurut Dicky, anak remaja terutama yang rentan, perlu mendapatkan booster untuk meningkatkan proteksi dari Covid-19. "Ini keputusan yang sangat tepat dan hasil yang didapat BPOM dalam mengujinya (dosis vaksin) lebih klinis. Memang tidak jauh berbeda dengan negara lain yang sudah lebih dulu memberikan vaksin booster," katanya.

BPOM mengizinkan Pfizer dengan teknologi mRNA digunakan sebagai vaksin booster Covid-19 untuk anak-anak berusia 16-18 tahun. Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan ilmiah sejumlah aspek dan rekomendasi dari Komite Nasional Penilaian Obat dan Vaksin Covid-19 atau Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI), serta asosiasi klinisi.

"Pilihannya sudah benar, dan ini penting karena anak usia 16 tahun, bahkan 12 tahun sudah bisa dapat booster dan perlu untuk meningkatkan level proteksi.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top