Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Rans Inginkan Tiga Poin dari Persis

Foto : ANTARA/Fikri Yusuf

berebut bola I Pemain RANS Nusantara, Octavio Alexandre Leal De Barros (kanan) berebut bola dengan pemain Bali United, Ilija Spasojevic saat pertandingan Liga 1 2023/2024 di Stadion Kapten I Wa­yan Dipta, Gianyar, Bali, pekan lalu.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Lanjutan Liga 1, Jumat (22/9) besok, mempertemukan Rans Nusantara FC melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rans Nusantara FC dalam dua pertandingan sebelumnya mampu menorehkan kemenangan atas Persik Kediri dan Bali United.

Pelatih Rans Nusantara FC, Eduardo Almeida, mengatakan timnya memiliki ambisi untuk melanjutkan tren positif tersebut, namun tetap mewaspadai kekuatan dari Persis Solo. "Persis Solo adalah tim yang kompetitif. Mereka datang dengan modal sebelum. Mereka tentu juga ingin menghasilkan poin," ungkap Almeida.

Tapi tentu saja, dia bermain kandang ingin menampilkan laga terbaik untuk merebut tiga poin. "Kami menghormati semua tim, tetapi kami harus melakukan segalanya untuk meraih tiga poin," sambungnya.

Menjelang pertemuan, Rans Nusantara FC sedikit diunggulkan karena Persis Solo tercatat sama sekali belum pernah meraih kemenangan ketika melakoni partai tandang. Di hadapkan dengan fakta tersebut, pelatih asal Portugal itu kembali menegaskan timnya tak akan terlena dan tetap berusaha untuk mengamankan kemenangan.

"Tentu saja normal mereka mencoba menang pada laga tandang, tetapi seperti yang saya katakan, kami tidak bisa membiarkan itu," terang Almeida. "Jadi, kami akan mempersiapkan segalanya supaya tidak terjadi. Kami memastikan kami dapat mencapai target," pungkasnya.

Satgas Mafia

Sementara itu, anggota Satgas Antimafia Bola, Najwa Shihab, mengungkapkan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola merupakan sebuah tim independen. Tugasnya, memberantas praktik pengaturan skor atau mafia di sepak bola Indonesia.

Dia mau menjadi anggota satgas karena ada jaminan dari PSSI bahwa tim tersebut independen. Najwa mengatakan siapa pun dapat melapor terkait dugaan adanya praktik pengaturan skor atau mafia di sepak bola kepada Satgas Antimafia Bola. Sang pelapor dipastikan akan dijaga kerahasiaannya.

"Jadi, tim ini akan menjaga kerahasiaan siapa pun yang melapor. Siapa pun yang bersedia menjadi whistle blower. Kita juga sudah berkomunikasi dengan aparat penegak hukum agar kasus mafia ditangani secara maksimal," ungkap Najwa. Ant/G-1


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top