Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Rakyat Vietnam Antre Beri Penghormatan Terakhir pada Mendiang Nguyen Phu Trong

Foto : Nikkei Asia

Seorang wanita mengangkat koran dengan sampul yang memuat mendiang pemimpin Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong saat pemakaman kenegaraannya pada tanggal 25 Juli di Hanoi.

A   A   A   Pengaturan Font

HANOI - Ribuan orang mengantre di seluruh Vietnam pada hari Jumat (26/7) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang sekretaris jenderal Partai Komunis Nguyen Phu Trong, pemimpin paling berkuasa di negara itu.

Pria berusia 80 tahun yang meninggal di rumah sakit di ibu kota Hanoi minggu lalu itu memimpin partai sejak 2011 dan mengawasi gerakan antikorupsi tingkat tinggi yang melibatkan partai, polisi, angkatan bersenjata, dan bisnis.

Ribuan orang mengenakan pakaian hitam mengantre di Hanoi untuk melihat jenazah sang pemimpin sebelum dimakamkan di pemakaman Mai Dich, tempat peristirahatan terakhir bagi banyak pemimpin senior di Vietnam, pada Jumat pukul 3.00 sore.

"Saya menghabiskan lebih dari empat jam mengantre tadi malam," kata Tran Hoang Nguyet Mai kepada AFP, Jumat.

"Beruntungnya saya bisa masuk ke rumah duka untuk berpamitan dengan seorang pemimpin yang sangat saya hormati," ungkapnya.

"Dia adalah komunis sejati terakhir yang tidak memikirkan keuntungan bagi dirinya dan keluarganya."

Sejak Kamis, 210.000 orang telah memberikan penghormatan kepada Trong di sejumlah upacara di Hanoi, bagian selatan Kota Ho Chi Minh, dan desanya di pinggiran ibu kota, kata pihak berwenang, Jumat pagi.

Semua bendera di seluruh negeri dikibarkan setengah tiang, sementara acara hiburan dan olahraga telah ditangguhkan selama masa berkabung.

Kesehatan Trong yang buruk telah memicu spekulasi luas bahwa ia tidak akan dapat bertahan berkuasa hingga kongres partai tahun 2026.

Ia menikmati masa jabatan yang sangat panjang, yang menurut kelompok hak asasi manusia bertepatan dengan meningkatnya otoritarianisme.

Trong sebelumnya dipuji oleh Presiden AS Joe Biden sebagai "pejuang hubungan yang erat" antara Vietnam dan Amerika Serikat, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin memuji pemimpin Vietnam itu sebagai "sahabat sejati Rusia".


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : AFP

Komentar

Komentar
()

Top