Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kebijakan Pemerintah

Presiden: Penghentian Ekspor Bahan Mentah Nikel Berdampak Positif

Foto : Sumber: Kementerian Perdagangan – Litbang KJ/and -
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah berencana melanjutkan kebijakan penghentian ekspor bahan mentah tambang untuk bauksit pada tahun 2022, dan selanjutnya tembaga serta lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia mengguncang dunia setelah Presiden Jokowi mengumumkan larangan ekspor bijih nikel ke luar negeri. Akibat ekspor nikel dilarang, pemerintah Indonesia pun mendapat gugatan dari Uni Eropa. Kendati demikian, Presiden Jokowi tetap melanjutkan pelarangan ekspor bahan mental, bahkan tak hanya nikel, tetapi juga bauksit meski digugat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Meskipun kita memang digugat di WTO, enggak masalah. Tapi di sini (kami melarang nikel karena) kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya di negara kita Indonesia. Golnya ada di situ," kata Jokowi, beberapa waktu lalu.

Dari penyetopan atau larangan ekspor bijih nikel, potensi penyerapan nilai tambah Indonesia tahun ini mencapai 20 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan 3-4 tahun yang lalu, yang hanya mencapai 1,1 miliar dollar AS. "Tidak boleh lagi (ekspor) yang namanya bahan mentah, raw material. Ini setop, sudah setop," tegas Jokowi.

Setelah pelarangan ekspor bahan mentah, nikel Indonesia mengguncang dunia. Sebab, logam berat ini memiliki peran dan manfaat penting bagi berbagai industri di dunia. Nikel adalah logam keras berwarna putih keperakan dengan sedikit corak semburat keemasan.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top