Pongki Barata Rilis Lagu Lintas Genre, 'Orang Penting'
📅 Selasa, 27 Feb 2024, 19:41 WIB | Oleh: M. Fachri
Doc: Istimewa
JAKARTA - Musisi Pongki Barata sekali lagi berusaha melakukan hal yang berbeda dengan biasanya. Setelah kemarin merilis album Pop yang berisikan 10 lagu dengan nuansa synthpop dan menggunakan 100 persen synthesizer (tanpa gitar atau instrument analog apapun), Pongki kini merilis lagu yang bisa diistilahkan lintas genre.
Pongki yang selama ini dikenal dengan jalur pop romantis ballad, tiba tiba merilis lagu Orang Penting yang berirama kencang dan bertenaga rock. Untuk melakukan ini, Pongki mengajak 3 orang kolaborator demi mendapatkan nuansa yang yang diinginkan antara lain Eet Sjahranie (gitaris EdanE), Ronie Athana (gitaris The Dangerous), dan Tony Soekamti (drummer Endank Soekamti).
Melalui press release yang diterima redaksi Koran Jakarta pada Selasa (27/2), Pongki sendiri mengaku bahwa dirinya sudah lama mengidolakan Eet sejak beliau pernah tergabung dengan God Bless dan kemudian membentuk EdanE. Eet mengisi bagian interlude dan outro lagu Orang Penting ini dengan ganas dan membara hingga superskill Eet tampak jelas di keseluruhan nadanya.
Sementara itu Ronie Athana, gitaris asal Yogyakarta yang selama beberapa tahun ini menjadi member The Dangerous band, bertugas mengiringi Pongki Barata di semua penampilan panggungnya. Ronie sendiri memberikan fondasi sound gitar dan rhythm di lagu Orang Penting ini. Ronie diajak karena memiliki kesamaan selera musik rock di era '80-'90-an.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan Tony Soekamti, drummer Endank Soekamti, sebelumnya sering membantu Pongki dalam mengisi drum di beberapa album solo Pongki. Tony juga teman satu komunitas musik di Yogyakarta yaitu Alamanda.
Lirik dari lagu Orang Penting ini bercerita tentang sifat dasar manusia dari kacamata Pongki Barata. Pongki mengambil posisi sebagai si orang yang berkuasa dalam dunia imajiner ,tapi dalam kekuasaan nya itu, muncul sifat sifat serakah dan korup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lagu ini dirilis tepat 2 hari sesudah pemilu, karena Pongki tidak ingin lagu ini diasosiasikan sebagai kritik terbatas pada pemilu dan pilpres. Lagu ini menjadi outlet Pongki akan keresahan dia sebagai mahluk sosial yang cinta negaranya. Lagu ini juga menjadi outlet Pongki yang bosan menulis lagu cinta seperti normalnya. Bisa dibilang ini adalah lagu bertema sosial/politik/human interest Pongki yang pertama.
Pongki menyatakaan dirinya tengah berusaha keluar dari belenggu kaidah-kaidah lirik manis yang selama ini menjadi trademark-nya. Pongki juga berusaha menyesuaikan gaya bernyanyinya supaya lebih pas dengan konsep rock '80-'90-an ini. Pongki seperti harus belajar ulang karena genre yang kali ini berbeda dengan yang sebelumnya
Rekaman lagu ini sendiri dilakukan di tiga tempat yang berbeda yaitu Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Kedepannya Pongki menyatakan akan merilis beberapa lagu lagi yang bernuansa rock '80-'90-an yang full distorsi, merangkum banyak kolaborator, dan tanpa tema cinta. MFI/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!