Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Pipa Meledak di Pusat Perbelanjaan Moskow, 4 Orang Tewas

Foto : RT/Sputnik/Grigory Sysoev

Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan atas insiden ledakan di pusat perbelanjaan Seasons.

A   A   A   Pengaturan Font

MOSKOW - Empat orang tewas dalam "kecelakaan besar" di sebuah pusat perbelanjaan besar di Moskow barat, kata Wali Kota Sergey Sobyanin, Sabtu (22/7).Puluhan orang terluka, banyak yang menderita luka bakar.

Disiarkan RT, bencana di mal Seasons itu, menurut walikota, disebabkan oleh pipa yang pecah. Menurut media setempat, air mendidih membanjiri sebagian mal, melukai sedikitnya 70 orang dan menjebak sekitar 20 orang lainnya.

Belakangan, seorang petugas medis memberi tahu TASS, sepuluh orang menderita luka bakar dalam insiden tersebut, sembilan di antaranya dirawat di rumah sakit.

Menurut outlet berita Life, pipa pecah di area non-ritel toko.Insiden tersebut mengakibatkan area publik terdekat dan tangga dibanjiri air mendidih dan uap panas.

Saluran Telegram SHOT menerbitkan video pendek yang konon difilmkan di tempat kejadian. Tampak dalam video sebuah lubang di dinding di atas tangga.

Video lain yang juga diterbitkan SHOT memperlihatkan petugas medis merawat pengunjung dan staf mal yang terluka di tempat kejadian. Uap panas tampak keluar dari pintu gedung.

Pecahnya pipa mempengaruhi jaringan air panas pusat perbelanjaan itu, kantor berita TASS melaporkan, mengutip sumber internal penyedia pemanas kota, MOEK.Semua korban tewas merupakan staf sebuah toko makanan, kata agensi itu.

Alasan pasti pecahnya pipa masih belum jelas.Layanan darurat sedang bekerja di tempat kejadian, kata Sobyanin. Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan atas insiden mematikan tersebut.

Pusat perbelanjaan enam lantai yang dibangun pada 2007 itu menempati area seluas 62.000 meter persegi dan menampung lebih dari 150 toko dan butik.


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : Lili Lestari

Komentar

Komentar
()

Top