Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Petugas PPKM Harus Bisa Menarik Simpati

Foto : Antara
A   A   A   Pengaturan Font

Begitu juga sebaliknya, aparat yang sedang bertugas harus menyadari sepenuhnya bahwa pekerjaan yang sedang dilakukan berhubungan dengan publik. Hendaknya pendekatan yang dilakukan juga jangan kaku seperti di organisasi atau kesatuannya. Dan yang lebih penting, sebagai petugas dalam pelaksanaan PPKM Darurat, harus paham benar mana yang boleh dan mana yang tidak.

Kejadian tidak kalah seru terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang aparat Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang sedang bertugas, memukul pemilik warung. Dengan gagahnya dia masuk ke restoran yang saat itu sedang tutup dengan mengatakan dia berhak merazia.

Selain memukul pemilik warung, oknum Satpol PP tersebut juga memukul istri pemilik warung. Videonya pun viral. Padahal sebagai petugas dia harus tahu bahwa warung atau rumah makan termasuk sektor esensial yang diperbolehkan buka, tetapi dilarang makan di tempat, Dan di warung tersebut tidak ada pelanggan yang makan di tempat. Yang tidak boleh itu bukan berjual makanan, tetapi berkerumun atau makan di tempat.

Kejadian di Gowa akhirnya menjadi kampanye negatif pelaksanaan PPKM Darurat. Bukan hanya mereka yang dari awal tidak setuju dengan PPKM, tetapi mereka yang tadinya mendukung pelaksanaan PPKM Darurat pun berbalik haluan menjadi tidak simpati dengan petugas PPKM.

Ke depan, jangan ada lagi kejadian-kejadian seperti di atas. Jadikan itu sebagai pelajaran di PPKM Darurat fase kedua yang akan berakhir Juli 2021. Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Panjaitan harus membuat seruan kepada segenap pelaksana PPKM harus bekerja dengan hati dan bisa menarik simpati warga. Begitu juga pimpinan pertugas PPKM di daerah harus memberi bekal pengetahuan dengan baik ke anak buahnya sehingga tujuanpelaksanaan PPKM Darurat untuk menekan penyebaran Covid-19 bisa tercapai.


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top