Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Pesan Paskah Paus soal Vaksin

Foto : Antara
A   A   A   Pengaturan Font

Semoga saja dengan adanya pesan Paskah dari Paus, akan lebih banyak lagi yang memberi akses vaksin ke negara-negara berpendapatan rendah.

Umat Kristiani baru saja merayakan Jumat Agung dan Paskah. Jumat Agung merupakan peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib untuk kepentingan umat manusia, sedangkan Paskah memperingati bangkitnya Yesus pada hari ketiga kematian-Nya.


Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, umat Kristiani, khususnya umat Katolik, selalu menunggu pesan Paskah dari pemimpin tertinggi gereja, yaitu Paus. Paus berpesan tentang pandemi yang masih melanda dunia, dan bahkan di beberapa wilayah menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan.
Paus mendesak tersedianya akses dan vaksin untuk setiap penduduk dunia, khususnya di negara-negara yang berpendapatan rendah. Bagaimana setiap orang, khususnya yang paling rentan, bisa mempunyai akses ke layanan kesehatan. Dan vaksin Covid-19 merupakan alat penting di masa pandemi ini dalam melawan penyebaran virus korona.


Paus mendesak masyarakat internasional untuk bergabung dalam semangat tanggung jawab global, untuk memberi komitmen pada distribusi vaksin dan fasilitas distribusinya, khususnya untuk negara-negara berpendapatan rendah.


Pandemi ini merupakan petaka besar dan secara dramatis telah menaikkan jumlah orang yang rentan serta mendorong ribuan ke dalam keputusasaan. Dia mengungkapkan harapan bahwa mereka yang sangat terpuruk ke dalam kemiskinan memperoleh harapan kembali.


Pesan Paskah Paus soal pandemi korona memang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Meski vaksin sudah mulai disuntikkan di beberapa negara dan ada negara yang 100 persen warganya sudah divaksin, yaitu Israel, bukan berarti pandemi ini akan segera berakhir. Bahkan, kini muncul ancaman gelombang baru pandemi yang berasal dari varian baru virus korona dan terlalu tergesa-gesa untuk kembali ke kehidupan normal.


Kita tahu, jumlah kasus baru Covid-19 terus bertambah. Sejak pertama kali muncul hingga kini, tidak kurang dari 131 juta warga dunia yang pernah terserang virus SARS-Cov-2. Sebanyak 74,5 juta orang di antaranya sembuh dan 2,85 juta nyawa meninggal dunia. Di Indonesia ada 1,53 juta jumlah kasus, 1,38 juta di antaranya sembuh, dan 41.669 orang meninggal dunia.


Harapan dunia untuk segera mengatasi pandemi kini bertumpu pada vaksin. Sayangnya, sejauh ini hanya negara-negara kaya yang mampu membeli vaksin sehingga memunculkan Covid-19 Vaccines Global Access (Covax), yaitu sebuah inisiatif yang ditujukan untuk pemerataan penyaluran vaksin ke negara-negara miskin. Covax dengan inisiatif WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) ingin memastikan 92 negara miskin akan menerima akses vaksin pada saat bersamaan dengan 98 negara kaya.


Ghana terpilih menjadi negara pertama yang menerima vaksin di bawah skema Covax. Sebanyak 600.000 dosis vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford, telah tiba di Ibu Kota negara tersebut, Accra. Selain Ghana, negara-negara berpenghasilan rendah yang akan menerima lebih awal vaksin dalam sekma Covax adalah Haiti, Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, dan Somalia.


Inggris, yang telah memesan 400 juta dosis vaksin dan akan memiliki banyak sisa vaksin, akan menyumbangkan kelebihan persediaan vaksinnya ke negara-negara miskin. Semoga saja dengan adanya pesan Paskah dari Paus, akan lebih banyak lagi yang memberi akses vaksin ke negara-negara berpendapatan rendah.

(mar/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top