Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Perlombaan Senjata I Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Dilanjutkan Jumat

Perundingan di Wina Konstruktif

Foto : AFP/Iranian Presidency

Presiden Iran, Hassan Rouhani

A   A   A   Pengaturan Font

Upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran mulai menemui titik terang setelah muncul sambutan yang positif dan konstruktif dari Iran, AS serta dari salah satu negara anggota yaitu Russia.

WINA - Perundingan hari pertama yang bertujuan untuk menyelamatkan kesepakatan internasional terkait program nuklir Iran yang digelar di Wina, Austria, berlangsung secara konstruktif setelah Iran, Russia dan Amerika Serikat (AS) menanggapinya secara positif.

Sebelum perundingan berlangsung, Presiden AS, Joe Biden, menyatakan bahwa dirinya siap untuk membalikkan putusan presiden AS sebelumnya yaitu Donald Trump, yang menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan melanjutkan negosiasi untuk memastikan agar Iran tak kembali lagi mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer.

Perubahan sikap AS ini ditegaskan kembali oleh utusan khusus AS yaitu Rob Malley yang mengatakan bahwa AS akan terbuka untuk mencabut sanksi dan kembali bergabung dalam kesepakatan nuklir Iran.

Setelah Russia memberikan tanggapan yang positif dalam perundingan pembuka pada Selasa (6/4), reaksi AS kemudian dipenuhi oleh rasa optimistis. Iran juga menanggapinya secara positif dan menyatakan jalannya perundingan amat konstruktif.

"Secara keseluruhan bisa saya sampaikan bahwa pertemuan amat konstruktif," ucap ketua delegasi Iran, Abbas Araghchi.

Sementara itu menurut Mikhail Ulyanov, utusan Russia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, mengatakan bahwa pertemuan pada Selasa antara pihak-pihak yang masih bergabung dalam kesepakatan yaitu Iran, Tiongkok, Inggris, Prancis, Jerman dan Russia, telah berlangsung secara sukses.

"Butuh waktu untuk memulihkan kesepakatan. Namun hal terpenting adalah bahwa langkah-langkah yang berguna untuk mencapai tujuan telah dimulai," cuit Ulyanov.

Tanggapan juga datang dari juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price. "Kami melihat ini sebagai langkah yang konstruktif dan tentunya disambut baik," kata Price. "Ini adalah langkah yang memiliki potensi penting sejalan dengan upaya kami untuk menentukan apa yang Iran siap lakukan untuk kembali mematuhi batasan ketat seperti tercantum dalam kesepakatan 2015, dan apa yang mungkin perlu kami lakukan untuk kembali ke komitmen kami," imbuh Price.

Sejak Trump menarik negaranya dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018, AS kembali menerapkan sanksi pada Iran dan negara-negara kuat yang masih tergabung berupaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir itu. Sedangkan Iran secara perlahan mulai meningkatkan aktivitas nuklirnya.

Reaksi Teheran

Menanggapi perundingan di Wina yang positif, Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada Rabu (7/4) menyatakan bahwa kondisi yang konstruktif ini telah membuka sebuah babak baru. "Sebuah babak baru telah terbuka kemarin," ucap Presiden Rouhani dalam pertemuan kabinet di Teheran. "Jika (Washington DC) memperlihatkan kejujuran dan ketulusan, hanya itu yang kita minta dan saya kira kita bisa kembali bernegosiasi dalam jangka waktu dekat, jika perlu dengan semua pihak yang tergabung dalam kesepakatan," imbuh Presiden Iran.

Berdasarkan keterangan seorang diplomat yang mengetahui jalannya pertemuan ini mengatakan bahwa perundingan untuk menyelamatkan kesepakatan internasional ini akan dilanjutkan pada Jumat (9/4) di Wina. AFP/I-1

(ils/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top