Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Pernah Ditempeleng Tentara, Tak Disangka Kini Dia Jadi Pangkostrad

Foto : Istimewa

Mayjen Dudung Abdurachman, Pangkostrad yang baru.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Dulu, ketika masih belia, dia pernah mendapat perlakuan tak mengenakan dari seorang tentara. Dia pernah ditempeleng seorang tentara.

Namun siapa sangka, kemudian dia jadi tentara. Bahkan kini karirnya di TNI, tengah meroket. Dia, sudah jadi jenderal bintang dua atau Mayjen. Bahkan sebentar lagi bintangnya akan bertambah satu alias jadi jenderal bintang tiga atau Letjen seiring jabatan baru yang dipegangnya.

Siapa dia? Dia adalah Mayjen Dudung Abdurachman yang baru saja dilantik menjadi Panglima Kostrad atau Pangkostrad.

Seperti diketahui, mengutip keterangan Penerangan Kostrad yang diterima Koran Jakarta baru-baru ini, pada hari Selasa (8/6), bertempat di lantai dasar Gedung E Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta Pusat, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, memimpin acara serah terima jabatan (Sertijab) Perwira Tinggi (Pati) TNI AD. Sekaligus melantik Pangkostrad yang baru Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Mayjen Dudung menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen Eko Margiyono yang dirotasi menjadi Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI). Sebelumnya, Mayjen Dudung menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Siapa sangka pula, jika kehidupan Dudung di masa lalu tidaklah senyaman sekarang. Dalam sebuah kesempatan wawancara, Dudung bercerita, bahwa saat di kelas 2 SMP, ayahnya berpulang dipanggil Tuhan. Maka, praktis ibunya yang mesti berjuang menghidupi keluarga. Padahal, ada 8 anak yang mesti dihidupi. Demi membuat dapur tetap mengepul, Ibu Dudung berjualan kue dan kerupuk. Dudung masih ingat, ia kerap membantu sang ibu berjualan.

"Setelah bapak nggak ada bantu ibu berjualan kue, kerupuk masih mentah, terasi," katanya.

Dudung pula yang diandalkan ibunya untuk menjajakan dagangan kuenya. Keluar masuk asrama militer dan rumah-rumah warga menawarkan kue jadi kesehariannya saat itu. Tidak hanya itu, Dudung pun nyambi sebagai tukang loper koran. Itu dilakukannya demi menambahkan nafkah keluarga. Membantu sang ibu.

Meski susah, Dudung punya keinginan kuat untuk belajar. Jam 4 pagi, ia sudah bangun. Lalu pergi ke agen koran untuk mengambil koran yang akan diantarkannya. Sebelum itu, semua koran dilahapnya dibaca.

Dudung juga bercerita, jika dia pernah ditempeleng seorang mayor tentara. Ia ditempeleng, karena koran yang hendak diantarnya itu jatuh dan sedikit kotor. Tak ayal, ia kena marah. Dimarahi dan ditempeleng sang mayor.

Selepas selesai antar koran, Dudung banting stir menjajakan kue buatan sang ibu. Salah satu kue yang kerap dijual adalah kue klepon. Kue itu biasanya diantar ke kantin Kodam Siliwangi. Satu waktu saat ia mengantar kue klepon ke kantin Kodam, ia bertemu dengan seorang tamtama. Tamtama baru yang baru ia lihat. Kejadian naas pun terjadi.

Entah karena apa, tamtama yang berjaga berbuat tak mengenakan. Si tamtama menendang kue klepon yang dibawa Dudung. Hingga jatuh berserakan. Dengan menahan marah, Dudung memunguti kue lantas balik pulang.

"Yang jaga itu Tamtama baru belum kenal, ditendang klepon itu. Terus saya ambil dan balik lagi," kata Dudung mengenang kembali kejadian pahit yang dialaminya. Sejak saat itulah, Dudung bertekad ingin jadi tentara. Ia tak mau, jadi tentara yang semena-mena.

Doa Dudung pun didengar Tuhan. Tahun 1985 selepas lulus dari SMA, Dudung mendaftar ke Akademi Militer (Akmil), akademi pencetak para jenderal. Dudung diterima. Tahun 1988, Dudung lulus dari Akmil. Dudung pun resmi jadi perwira pertama TNI dengan pangkat Letda. Kini, remaja yang pernah ditempeleng mayor dan ditendang seorang tamtama tentara ini, jadi orang penting di TNI.

Dia baru saja diberi mandat untuk jadi Pangkostrad, posisi yang sangat strategis di tubuh Angkatan Darat. Posisi yang kerap jadi batu loncatan untuk naik kelas ke posisi berikutnya, posisi KSAD. Seperti Jenderal Andika Perkasa, KSAD saat ini yang juga atasan Dudung.

Jenderal Andika, sebelum jadi KSAD sempat memegang jabatan Pangkostrad. Boleh jadi Dudung pun akan mengikuti jejak Andika. Jadi Pangkostrad dulu, setelah itu jadi KSAD. Siapa tahu, karena nasib seseorang itu tak bisa ditebak.

(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top